Breaking News:

Bukan Hanya untuk Lansia Dinkes Provinsi Sumsel Pastikan Vaksin Sinovac untuk Semua Kalangan

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, menyebutkan, vaksinasi dilakukan sesuai dengan ketersediaan jenis vaksin.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: adi kurniawan
sripoku.com/jati purwanti
Petugas mendistribusikan vaksin dari gudang vaksin ke dinas kesehatan Ogan Komering Ilir, Jumat (15/1/2021). 

SRIPOKU.COM — Program vaksinasi Covid-19 di Sumsel terus digencarkan demi mencapai target di awal 2022.

Saat ini berbagai kalangan, mulai dari golongan usia lansia hingga siswa sekolah telah mengikuti vaksinasi.

Namun, di kalangan masyarakat beredar kabar jika vaksin jenis Sinovac hanya diperuntukkan bagi peserta lanjut usia saja.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, menyebutkan, vaksinasi dilakukan sesuai dengan ketersediaan jenis vaksin yang tersedia di gudang vaksin.

"Jadi, Sinovac bukan hanya untuk lansia saja, selama masih ada stok Sinovac akan disuntikkan ke penerima, tetapi kalau stok habis ya dari jenis vaksin yang lain," ujarnya, Jumat (22/10/2021).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel pada 21 Oktober 2021, vaksinasi untuk masyarakat umum untuk dosis pertama telah mencapai 28,60 persen atau dari sasaran 4.370.858 orang telah ada 1.250.078 orang yang disuntik vaksin.

Sementara itu, untuk penyuntikan dosis kedua telah mencapai 12,97 persen atau sebanyak 566.713 orang.

Menurut Lesty, setiap vaksin memiliki efikasi masing-masing dalam upaya melindungi tubuh dari serangan virus.

Masyarakat sebagai penerima vaksin diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan saat melakukan aktivitas keseharian.

"Harus tetap jalankan protokol kesehatan dengan baik. 5M jangan lupa karena pandemi ini belum berakhir," tambah Lesty.

Meskipun saat ini, ada beberapa kota di Sumsel yang level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan capaian vaksinasi juga cukup menggembirakan, pemerintah daerah juga tetap prioritaskan pencegahan Covid-19 dengan memaksimalkan 3T (testing, tracing dan treatment).

Fasilitas kesehatan atau rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Sumsel juga terus berkomitmen menangani pasien yang terpapar virus korona.

Pemantauan orang yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) juga terus dipantau perkembangannya oleh tim satgas

“Kita tetap optimalkan 3T dan tak pernah kendor. Semua yang terpapar covid-19 terus kita awasi,” jelas Lesty.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved