Breaking News:

Talud Ambrol di Muaradua, Karena Fisik Bangunan Kurang Mumpuni Kejati OKU Selatan Bakal Turun Tangan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Selatan bakal mempelajari pembanguan Talud yang ambrol dan ramai diperbincangkan pasca di guyur air hujan. 

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM / Alan Nopriansyah
Talud dinding penahan di depan Kantor Bawaslu OKU Selatan ambrol, Rabu (20/10/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Selatan bakal mempelajari pembanguan talud ambrol dan ramai diperbincangkan pasca di guyur air hujan. 

"Ya, karena longsor di dekat kantor Bawaslu baru kemarin, ya kita pelajari dahulu,"ujar Kepala Kejari Kusri SH, dikonfirmasi Sripoku.com, Kamis (21/10).

Sementara ini Kata dia, pihaknya belum bisa berkomentar banyak.

Namun ia menduga talud ambrol atau dinding penahan disebabkan fisik bangunan Talud kurang mumpuni.

"Kayaknya tanah tidak kuat atau pondasinya kurang, taludnya kurang kuat," tambahnya.

Ambrolnya Talud kearah sisi Jalan Raya Muaradua - Ranau ramai menjadi perbincangan. 

Warga Kota Muaradua Uzi menyayangkan bangunan yang jebol.

Menurutnya pihak perencana dan kontraktor dapat mempertimbangkan sebelum pembangunan Talud dinding penahan jalan itu.

"Ya, kalau sudah ambrol begini harus gimana lagi, seharusnya sebelum dibangun semua sudah diperhitungkan dan dipertimbangkan," ungkapnya dibincangi Sripoku.com.

Selaku warga Dia berharap, pihak terkait dapat mengusut tuntas agar kedepan tidak terjadi lagi bangunan yang jebol/ambrol yang dapat membahayakan pengedara.

"Kalau sudah seperti itu kan bahaya apalagi dipinggir jalan, ramai pengendara. Saya harap pihak terkait dapat mengusut bangunan ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Kabupaten OKU Selatan juga mempertanyakan perencanaan pembanguan Talud yang ambrol hanya karena diguyur air hujan.

Ketua Komisi II Ardiyan Gama SH mengutarakan ada yang salah dari pembangunan Talud yang telah diselesaikn di Tahun 2019 dan pihaknya akan memanggil kontraktor, perencana, pengawas dan PU.

"Yang roboh itu Talud bukan pengerjaan taman. Taman itu hanya sebatas nempel. menurut hemat saya yang salah itu pengerjaan waktu perencanaan talud," ujarnya kepada Sripoku.com kemaren Selasa (19/10).

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved