Breaking News:

Petani Kopi dan Pisang di OKU Selatan Menjerit, Pilih Beralih Tanam Jahe Berikut Alasannya

Komuditi petani Kopi dan Jagung di Kabupaten OKU Selatan banyak beralih bercocok Jahe, karena harganya yang stabil.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Petani Jahe di Kabupaten OKU Selatan khususnya wilayah Kecamatan Sungai Are dan sekitarnya banyak beralih bercocok Jahe dari pada Kopi dan Pisang, karena harganya yang stabil. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Komuditi petani Kopi dan Jagung di Kabupaten OKU Selatan khususnya wilayah Kecamatan Sungai Are dan sekitarnya banyak beralih bercocok Jahe, karena harganya yang stabil.

Seperti dituturkan salah satu petani Samhar dari Desa Ujanas yang tengah bercocok tanam jahe. Menurutnya selain harga stabil
hampir separuh petani di Desanya menanam jahe karena dinilai menguntungkan.

"Untuk wilayah Sungai Are ini, saat ini jahe sedang ramai ditanam oleh petani sebab umbi hasil panen besar atau disebut Jahe Gajah,"katanya, Kamis (21/10).

Selain itu harga yang cendrung stabil menjadi daya tarik tersendiri bagi petani berupaya bercocok tanam Jahe dengan membongkar lahan jagung, kopi serta hingga membuka lahan baru semak belukar.

Perihal harga, jahe yang kerap dipanen diusia maksimal 9 bulan dan digunakan untuk jamu dan bumbu masakan itu kini dijual petani setempat dengan harga Rp 4 ribu perkilogram.

"Kalau harga jahe gajah ini, sekarang normal. Yakni Rp 4000, usia tanam normalnya 9 bulan,"jelasnya.

Masalah keuntungan panen yang didapat mencapai 10 kali lipat. dari lahan dengan luas satu hekatere dengan 1 kwintal bibit jahe maksimal dapat menghasilkan panen 1 ton umbi jahe dan perawatan tidak sulit.

"Normanya, kalau kita tanam dengan jumlah bibit satu kwintal maka kita bisa memanen dengan hasil panen 1 ton. Jika dikalkulasikan bahkan bisa lebih,"ungkapnya.

Disislain warga setempat Dinan salah seorang Investor lokal membenarkan jika ditahun ini hampir semua petani diwilayahnya memilih untuk menanam jahe

Menurutnya menjadi pemodal jangka pendek bagi petani cukup menjanjikan. Selain saling membantu juga dapat saling menguntungkan dengan suport modal untuk pembibitan hingga pupuk terhadap petani Jahe.

"Kita dengan petani yang berbagi hasil, tergantung kesepakatan. memang tahun ini banyak petani yang menanam jahe," ujarnya.

SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Jahe : Petani Jahe di Desa Ujan Mas Kecamatan Sungai Are, tengah merawat kebun jahe, Rabu (21/10/2021).

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved