Breaking News:

Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Jika Tak Ada Hambatan Seperti Inilah Penampakan Masjid Raya Sriwijaya, Estimasi Awal Habiskan 700 M

JPU Kejati Sumsel mengahdirkan tiga saksi, yang diantaranya adalah pembuat estimasi awal biaya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, yakni Ardianto.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Kondisi bangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring Palembang yang terbengkalai, Jumat (8/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua terdakwa dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, kembali jalani sidang, Kamis (21/10/2021).

Pada sidang kali ini, JPU Kejati Sumsel mengahdirkan tiga saksi, yang diantaranya adalah pembuat estimasi awal biaya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, yakni Ardianto.

Dalam keterangannya, Ardianto mengatakan jika pada estimasi awal pembangunan Masjid Raya Sriwijaya memerlukan biaya sebesar 700 miliar rupiah.

"700 miliar itu sudah termasuk untuk pembangunan menara dan badan masjid," ujar Aridanto.

Dirinya juga mengatakan, estimasi tersebut untuk pembangunan badan masjid dengan total luas lahan sebesar 39.500 meter per kubik dan untuk menara seluars 4.500 meter per kubik.

Dalam sidang, Ardianto juga mengatakan jika dirinya diminta oleh terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifuddin untuk bergabung sebagai panita pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Disinggung terkait estimasi awal biaya pembangunan masjid oleh majleis hakim yang diketuai oleh hakim Abdul Azis SH MU, Ardianto mengatakan dirinya berpegangan pada peraturan Menteri PU 2007.

"Yang mana aturan tersebut membahas mengenai tentang aturan pembangunan gedung-gedung negara," jelasnya.

Untuk diketahui, dalam perkara dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya hingga saat ini Kejaksaan Tinggi Sumsel masih terus memeriksa sejumlah saksi-saksi.

Yang terbaru dua anggota DPRD Sumsel, Chairul S Matdiah dan Agus Sutikno dimintai keterangannya sebagai saksi atas enam tersangka, Alex Noerdin, Mudai Maddang, Laonma PL Tobing, Agustinus Antoni, Loka Sangga Negara, dan Ahmad Najib.

Hingga berita ini diterbitkan, sidang masih terus berjalan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved