Breaking News:

Dinding Penahan Tanah Lokasi Tambang Batubara Bergeser, Venpri: Intensitas Curah Hujan Cukup Tinggi

Hal inipun dibenarkan oleh GM PTE sekaligus Ketua Tim Kota Wisata PTBA Venpri Sagara saat ditemui disela-sela kesibukannya,Selasa,(19/10/2021)

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Humas Kota Wisata PTBA
Tampak alat berat exsacavator, kobelco dan beberapa pekerja melakukan aktivitas perbaikan di lokasi proyek yang mengalami penggeseran di lokasi tambang batubara, Rabu (20/10/2021). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Intensitas curah hujan yang cukup tinggi yang mengakibatkan tergerusnya tanah dan berimbas kepada bergesernya beton penahan proyek di bawah jembatan yang ada di kawasan Museum tambang batubara, perusahaan PT Bukit Asam (PTBA) cepat tanggap langsung bergerak untuk melakukan perabikan.

Pantauan di lapangan, tampak alat berat exsacavator, kobelco dan beberapa pekerja sibuk melakukan aktivitas perbaikan di lokasi proyek yang mengalami penggeseran di lokasi tambang batubara.

Hal inipun dibenarkan oleh GM PTE sekaligus Ketua Tim Kota Wisata PTBA Venpri Sagara saat ditemui disela-sela kesibukannya, Selasa,(19/10/2021) kemarin.

“Yang pertama saya klarifikasi dulu ya, yang ambruk itu bukan jembatan ataupun pondasi jembatan tetapi yang ambruk itu adalah sitefilenya atau dinding penahan tanah,” jelas Venpri.

Dikatakannya bahwa hal tersebut terjadi dikarenakan tingginya curah hujan yang terjadi pada saat, Rabu (13/10/2021)  lalu.

“Yang mengakibatkan banjir dimana-mana, nah dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi inilah membuat tanah di sekitarnya ikut tergerus air sehingga berujung pada ambruknya dinding tersebut,” katanya.

Dijelaskan Venpri,setelah mendapat laporan adanya peristiwa itu, pihaknya pun langsung mengecek lokasi dan segera melakukan perbaikan dengan mendatangkan alat berat serta pekerja untuk segera memperbaikinya, agar dinding penahan tanah tidak melebar.

“Upaya-upaya yang kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya, pertama kami akan segera melakukan perbaikan dinding penahan tanah itu tentunya dengan kondisi area yang mana Jembatan sudah jadi. Kemudian area sekitar itu juga sudah ada miniatur Masjid Agung kemudian Benteng Kuto Besak, Monpera Palembang itu sudah tidak memungkinkan lagi bagi kita untuk memobilisasi alat pancang maupun material sitefilenya itu sendiri, karena kalau itu kita mobilisasi maka yang lain akan kena juga,” katanya.

Namun demikian lanjutnya, pihaknya akan melakukan perbaikan dengan menggunakan batu Border.

“Setelah adanya laporan peristiwa tersebut terjadi, keesokannya kita langsung melakukan pemotongan beton-beton yang ambruk tersebut, dan setelah itu baru kita masukan material batu border dari tambang secara Continue untuk di letakan di tempat yang ambruk tersebut,” jelasnya.

Ditambahkannya hingga saat inipun petugas masih melakukan perbaikan dengan harapan agar beton yang ambruk tidak semakin melebar.

“Semua masih diperbaiki,setiap hari petugas masih kita turunkan untuk mengerjakan perbaikan,” tandasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved