Breaking News:

Covid19

Syarat Penyintas Virus Corona Bisa Mendapatkan Vaksinasi Covid-19, Bolehkah Vaksinnya Beda?

Dia menyebutkan, jika pada vaksinasi tahap satu mendapatkan vaksin jenis Sinovac, pada tahap kedua juga wajib mendapatkan vaksin dari jenis yang sama.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anggota Laskar Merah Putih di All Nite and Day Hotel Palembang, Sabtu (4/9/2021). 

SRIPOKU.COM — Dewi Sari (30), seorang karyawan swasta di Palembang, pernah terinfeksi Covid-19 pada akhir Juli lalu.

Saat terinfeksi, ia telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama dengan jenis vaksin Sinovac.

Akibat terpapar virus korona, penyuntikan dosis kedua vaksin tersebut pun harus ditunda selama tiga bulan setelah ia dinyatakan negatif.

"Saya masih menunggu untuk penyuntikan dosis kedua karena pernah positif setelah divaksin pertama," ujarnya, Selasa (19/9/2021).

Sembari menunggu waktu vaksinasi dosis kedua, Dewi pun lebih ketat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Hal itu dilakukan karena dia tak lagi ingin virus korona kembali menginfeksinya saat dia lalai dalam menjaga dirinya.

"Apalagi, sekarang aktivitas juga sudah agak longgar. Kantor sudah boleh WFO. Saya lebih ekstra lagi terapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ferry Yanuar, penyintas Covid-19 diperbolehkan kembali melakukan penyuntikan vaksin tahap kedua setelah tiga bulan dinyatakan negatif tanpa harus mengulang dari awal.

"Lakukan vaksinasi kedua saat sehat. Usahakan jangan sakit saat akan divaksin," katanya.

Dia menyebutkan, jika pada vaksinasi tahap satu mendapatkan vaksin jenis Sinovac, pada tahap kedua juga wajib mendapatkan vaksin dari jenis yang sama.

Saat akan melakukan vaksinasi tahap kedua, penyintas harus melapor kepada sentra atau fasilitas penyedia vaksinasi tersebut agar panitia dan petugas vaksinasi tak kebingungan.

"Kalau dosis pertama Sinovac, dosis kedua juga harus Sinovac meskipun setelah disuntik dosis  pertama sempat positif," terang dia.

Ditambahkan Ferry, jika ingin mendapatkan vaksin dari merek berbeda itu hanya sebagai vaksin tambahan atau penguat (booster).

"Saat ini belum ada vaksin booster untuk kalangan umum. Jadi, sementara ini dari dua dosis vaksin Sinovac saja," ujar Ferry.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved