Breaking News:

Berita Religi

Ini Hukumnya Merayakan Maulid Nabi Kata Ustaz Adi Hidayat Menentang Kelahiran Nabi Keluar dari Islam

Umat muslim umumnya menyambut Maulid Nabi dengan suka cita perayaan Maulid Nabi dengan memperbanyak sholawat, sedekah dan puasa, tapi apa hukumnya?

Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
Tangkap layar YouTube Adi Hidayat Official
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan Hukumnya Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 

"Karena itu kelahiran nabi, dimana kita mau mletekkan hukum di kelahiran nabi, lahir ya lahir dan itu adalah kodrat allah swt," kata Ustaz Adi.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, hukum itu terletak dari perbuatan seseorang bukan dari kelahiran seseorang.

"Hukum itu terletak pada perbuatan bukan pada benda dan bukan terletak pada waktu, jadi jika adaperbuatan yang melekat pada benda itu maka munculah hukum," ujarnya.

"Contoh golok, jika golok digunakan puntuk menyembelih hewan berarti sunnah, tapi kalau golok untuk melukai seseorang maka hukumnya haram," ujarnya.

Jadi Maulid tidak ada hukumnya yang melekat hukumnya itu bagaimana kita menyikapi hari kelahirannya.

"Jadi kalau kalian menolak maulud, maulid dengan pengertian seperti ini maka anda keluar dari Islam, saya menentang maulid nabi, berarti anda menentang kelahiran nabi," katanya.

 Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan coba pahami Maulid Nabi dengan ke empat surah ini.

QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 6 [QS. 61:6]

وَ اِذۡ قَالَ عِیۡسَی ابۡنُ مَرۡیَمَ یٰبَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اِنِّیۡ رَسُوۡلُ اللّٰہِ اِلَیۡکُمۡ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَیۡنَ یَدَیَّ مِنَ التَّوۡرٰىۃِ وَ مُبَشِّرًۢا بِرَسُوۡلٍ یَّاۡتِیۡ مِنۡۢ بَعۡدِی اسۡمُہٗۤ اَحۡمَدُ ؕ فَلَمَّا جَآءَہُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ قَالُوۡا ہٰذَا سِحۡرٌ مُّبِیۡنٌ

Arab Latin : 

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved