Breaking News:

Capaian Vaksinasi di Sumsel Baru 33,52 Persen, Jumlah Kiriman Vaksin Dari Pusat Meningkat

Realisasi vaksinasi Covid-19 di Sumsel sudah mencapai 33,52 untuk dosis pertama, dan 20,15 persen untuk dosis kedua.

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Kadinkes Sumsel Lesty Nurainy 

 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Capaian vaksinasi Covid-19 di Sumsel untuk dosis pertama sudah mencapai 2,112,694 orang atau 33,52 persen dari target 6,303,096 orang. Sedangkan untuk dosis kedua baru 1,269,895 atau 20,15 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Selasa (19/10/2021), mengatakan distribusi vaksin dari  pusat sejak beberapa pekan ada peningkatan pengiriman vaksin, yang tadinya 400 ribu dosis per bulan, kini sudah lebih dari 400 ribu dosis per bulan atau sebanyak 471 ribu dosis.

"Dari segi fasilitas kesehatan (faskes) dan vaksinator kita mencukupi. Ada 457 faskes dan 4.114 vaksinator yang tersebar diseluruh kabupaten/kota. Diharapkan setiap harinya faskes ini dapat memvaksinasi 150 orang di masing-masing faskes," katanya. 

Sementara itu capaian vaksinasi Covid-19 di Sumsel dari target 6,303,096 orang, sudah 2,112,694 atau 33,52 persen untuk dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua baru 1,269,895 atau 20,15 persen.

Untuk rinciannya, capaian vaksinasi SDM Kesehatan sudah lebih dari 100 persen, lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen dan untuk lansia sudah 22,11 persen atau 132,009 dari target 597,071.

"Kemudian untuk remaja capaian vaksinasinya baru 29,679 orang atau baru 3,50 persen dari target 846,683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin sudah 1,188,440 atau 27,19 persen dari target 4,370,858," katanya

Sementara itu berdasarkan data yang ada untuk Bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit di Sumsel sudah 4 persen, dan di Palembang BOR nya 5 persen.

"Kita tetap berharap dan berupaya seoptimal mungkin bisa tercapai target herd imunity pada awal 2022. Upaya uang dilakukan seperti dengan kegiatan keroyok vaksinasi," kata Lesty 

Keroyok vaksinasi ini merupakan kesepakatan Gubernur dengan seluruh Forkompinda, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Dimana tujuannya untuk percepatan vaksinasi, dengan melakukan fleksibilitas alokasi vaksin dan juga kerjasama tim vaksinator.

"Tim vaksinator kita terus bertambah dan pasokkan vaksin dari pusat juga meningkat terus, dua hal ini merupakan modal penting terlaksananya vaksinasi," ungkapnya.

Lalu, tentunya dengan kerjasama lintas sektor untuk mendapatkan sasaran. Dengan keroyok vaksinasi, diharapkan terwujudnya herd imunity yang merata dari seluruh kabupaten/kota dapat segera tercapai.
 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved