Breaking News:

Anggota DPRD Sumsel Yansuri Diperiksa Kejati Sumsel Terkait 6 Tersangka Kasus Masjid Raya Sriwijaya

Kejati Sumsel kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Anggota DPRD Sumsel, Yansuri saat diwawancarai awak media seusai diperiksa Penyidik Kejati Sumsel, Senin (18/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kejati Sumsel kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Pemeriksa kali ini dilakukan di Gedung Kejati Sumsel yang berlokasi di kawasan Jakabaring Kota Palembang untuk melengkapi berkas enam tersangka yakni Alex Noerdin, Mudai Madang, Laonma PL Tobing, Antoni Agustinus, Loka Sangganegara, dan Ahmad Najib.

Dari pantauan di lapangan, tampak salah satu saksi yang diperiksa yakni anggota DPRD Sumsel, Yansuri.

Diwawancarai di depan gedung Kejati Sumsel, Yansuri mengaku sudah diperiksa sejak pukul 09.00 WIB oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

"Saya diperiksa sebagai saksi dari pukul 09.00 WIB. Ada banyak pertanyaan terkait enam tersangka," ujarnya, Senin (18/10/2021).

Yansuri menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan padanya seputar proposal pengajuan dana hibah di DPRD Sumsel.

Baca juga: Respon MUI dan DPRD Sumsel Terkait Wacana Penghentian Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya

"Menurut saya semestinya, proposal yang dimaksudkan ada. Jika sudah sampai di DPRD maka proposal tersebut telah melalui verifikasi dan sudah memenuhi syarat," ujar Yansuri.

Namun meski demikian, saat disingung mengenai fisik dari proposal tersebut anggota komisi III DPRD Sumsel tersebut mengaku tidak pernah melihatnya.

"Sekalipun di komisi III kemarin kami tidak melihat fisik proposal itu. Pada umumnya sebaiknya ditanyakan, tapi kadang kala dijawab nanti akan disusulkan," jelasnya.

Menurut Yansuri saat itu komisi III tidak melihat fisik dari proposal. Harusnya tetap harus dipertanyakan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved