Breaking News:

Sejak Awal September Semua Wilayah Sumsel Zona Kuning, Pasien Covid-19 Kini Hanya 113 Orang

Sebaran kasus Covid-19 di Sumsel kian hari makin membaik. Bahkan, sejak awal September 2021 lalu hingga saat ini 17 kabupaten

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Peta sebaran zona kuning Covid-19 di Sumsel, Sabtu (16/10/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebaran kasus Covid-19 di Sumsel kian hari makin membaik.

Bahkan, sejak awal September 2021 lalu hingga saat ini 17 kabupaten/kota di Sumsel masuk dalam kategori zona kuning atau resiko rendah Covid-19.

Dari data kasus Covid-19 di Sumsel terhitung, Sabtu (16/10/2021) kasus pasien aktif Covid-19 di Bumi Sriwijaya tercatat hanya 113 orang.

Pasien sembuh mencapai 56.595 orang dan kasus meninggal dunia 3066 orang. 

Sementara itu, angka keterisian tempat tidur atau BOR di sejumlah rumah sakit di Palembang dan kabupaten/kota lainnya hanya berada di kisaran 4 persen. 

Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty mengungkapkan untuk di Provinsi Sumsel saat ini terjadi penurunan penambahan kasus konfirmasi secar signifikan. Hal tersebut dapat dilihat
dari data sebaran zona kuning di seluruh wilayah Sumsel. 

"Tentunya ini kabar yang menggembirakan bagi kita. Sejak awal September sampai kini semua wilayah Sumsel sudah zona kuning," katanya,  Minggu (17/10/2021).

Dijelaskannya, penurunan kasus konfirmasi di Provinsi Sumsel tidak terlepas dari digencarkannnya 3T (Tracing, Treatment dan Testing), disiplin prokes dari masyarakat serta antusiasme vaksinasi Covid-19.

Dengan kondisi Pandemi Covid-19 di Sumsel yang semakin membaik, Iche meminta masyarakat jangan kendor dalam menerapkan prokes ketat dalam setiap berkegiatan. Sebab,  prokes merupakan senjata paling ampuh dalam menekan sebaran virus corona.

"Masyarakat harus tetap disiplin prokes. Pemerintah juga harus terus mengencangkan 3T. Setiap ditemukannya kasus Covid-19 harus dilakukan tracing semaksimal mungkin," tegas Iche. 

Menurutnya, masyarakat Indonesia khsusunya Sumsel semakin memahami disiplin prokes dan pentingnya vaksinasi Covid-19. Kendati demikian, Iche mengimbau masyarakat agar jangan terlalu euforia, terlebih saat ini sudah banyak kebijakan yang mulai dilonggarkan pemerintah. 

"Jangan sampai kekhawatiran peningkatan kembali benar-benar terjadi, hanya gara-gara masyarakat mulai tak disiplin prokes," ungkap Iche. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved