Breaking News:

Fashion Designer Muda Asal Muaraenim, Ingin Punya Rumah Produksi Sendiri Kenalkan Wastra Daerahnya

Menjadi salah satu designer ternama dan bisa membawa harum nama daerah di kancah internasional adalah mimpi terbesar yang ingin dicapai oleh Putroh Ra

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Putroh Ramadhan : Desainer Muda asli Muara Enim 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Menjadi salah satu designer ternama dan bisa membawa harum nama daerah di kancah internasional adalah mimpi terbesar yang ingin dicapai oleh Putroh Ramadhan.

Permuda yang lahir di Tanjung Raja (Muara Enim), 27 Februari 1995 silam ini, adalah salah satu putra daerah asli Kabupaten Muaraenim yang saat ini meniti karir di Ibu Kota Jakarta.

Bungsu dari empat bersaudara ini menuturkan kepada wartawan Sripoku.com, bahwa saat ini dirinya meniti karir sebagai fashion designer di Jakarta hanya modal nekat.

Namun dengan modal pengalaman, kemampuan, prestasi dan keyakinan serta dukungan dari semua pihak, dirinya yakin akan mampu bertahan mengepakkan karirnya di Jakarta.

"Sejak kecil saya memang sudah suka menggambar terutama menggambar model-model busana, saya coret-coret di buku sekolah saya, tapi belum terpikir untuk benar-benar menekuninya secara serius, setelah lulus dari SMK Negeri 1 Muaraenim dengan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Universitas Negeri Semarang dengan Jurusan Tata Busana," katanya yang baru selesai sukses menggelar Fashion Wastra di Muara Enim ini.

Diceritakannya, tahun pertama kuliah menjadi masa-masa yang sulit bagi dirinya, karena dirinya
yang sebelumnya memang belum pernah mengenyam pendidikan tata busana, sedangkan teman-temannya sebagian besar sudah linear alias SMKnya memang jurusan tata busana.

Akibatnya, dirinya harus belajar lebih ekstra keras, bahkan tidak jarang ia harus tidur di kampus hanya untuk mengejar ketertinggalannya dalam hal belajar. 

"Kalau teman-teman mengerjakan tugas tidak memakan waktu lama karena mereka sudah biasa, namun kalau saya harus belajar dari awal, tidak jarang sampai malam dan tertidur di kampus," ungkapnya.

Setelah lulus kuliah, iapun modal nekat memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. Ia tinggal di rumah kerabatnya di Bekasi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved