Breaking News:

Buya Menjawab

Sholat Lihurmatil Waqti

Apa yang dimaksud sholat lihurmatil waqti, kapan pelaksanaanya dan apa hukumnya. Tolong penjelasannya.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi Sholat. 

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Sholat di pesawat terdapat perbedaan pendapat mazhab:
1. Menurut Imam Hanafi, tidak ada kewajiban sholat tapi harus mengqadla’ setelah sampai di tempat tujuan.

2. Menurut Imam Malik, tidak ada kewajiban sholat dan tidak perlu mengqodlo.

3. Menurut Imam Syafi’i, sah sholatnya lihurmatil wakti (sholat menghormati waktu) akan tetapi mengulang sholat lagi (i’aadah) setelah sampai di tujuan.

Karena itu, ketika tiba waktu sholat padahal masih dalam perjalanan yang kendaraannya mengalami kesulitan berhenti dan turun untuk melaksanakan sholat fardhu, maka dengan kondisi seadanya, yaitu bertayammum dan sholat dengan posisi duduk karena menghormati waktu ( lihurmati wakti). Hal ini sebagai respon dari perintah Rasulullah Saw.

"Fa ainama adroktumus sholata fashollu".. Artinya;" Maka dimana saja kalian bertemu waktu sholat, sholatlah kamu". (HR.Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian sholat yang dilaksanakan kurang sempurna, oleh karena itu, ketika sampai di tempat tujuan diwajibkan melakukan sholat (i'aadah) mengulangi sholat-sholat yang dilaksanakan di atas kendaraan.

4. Menurut Imam Hambali, sah sholat tanpa diulang (i’aadah) setelah sampai di tempat tujuan dengan ketentuan:
- Sholatnya dalam posisi duduk.
- Sholat dengan isyarat, gerak sholatnya sesuai dengan kemampuan. (*)

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved