Breaking News:

Berita Pagaralam

Rencananya Gunung Dempo Ditutup Enam Hari, Akan Ada Lomba Menembak di Kampung IV dan Desa Janang

Kota Pagaralam rencanakan akan menjadi tuan rumah gelaran kejuaraan ke I Indonesia Range Shooting Grand Prix 2021 seri ke-5.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/Wawan Septiawan
Penampakan Gunung Dempo Pagaralam dibalik kebun teh. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Kota Pagaralam rencanakan akan menjadi tuan rumah gelaran kejuaraan ke I Indonesia Range Shooting Grand Prix 2021 seri ke-5.

Terkait ada kegiatan ini, pihak Balai Regestrasi Gunung Dempo mengeluarkan surat pemberitahuan penutupan kawasan Gunung Dempo.

Kawasan Gunung Dempo ditutup mulai tanggal 21 Oktober sampi 27 Oktober 2021 mendatang.

Alasan Gunung Dempo ditutup lantaran adanya gelaran kejuaraan Range Shooting di kawasan Kampung IV dan Desa Janang.

Untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan atau terkena peluru peserta, maka semua kegiatan di kawasan tersebut dihentikan termasuk aktivitas warga sekitar yang berkebun.

Ketua Brigade Pagaralam, Arindi, mengatakan berdasarkan surat pemberitahuan dari Polda Sumsel terkait akan ada kejuaraan menembak tersebut menjadi dasar pihak Brigade mengeluarkan surat pemberitahuan tersebut.

"Sehubungan dengan akan diadakannya kejuaraan Ke 1 Indonesia Long Range Shooting Grand Prix 2021 Seri Ke 5  di Kota Pagaralam.

Maka dengan itu dimulai dari tanggal 21 Oktober 2021 sd 27 Oktober 2021, Kegiatan Camping diareal kampung 4 dan pendakian ke Gunung Dempo ditutup sementara," ujarnya.

Sementara itu Kepala KPH Wilayah X Dempo Heri menambahkan, bahwa ditutupnya kawasan tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan."Nanti akan ada lomba menambak jarak jauh.

Jadi kita hanya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan jadi kita akan menutup kawasan Gunung Dempi khususnya kawasan Kampung 4 dan jalur pendakian," katanya.

Pihaknya menegaskan agar siapapun untuk dapat mengindahkan pemberitahuan ini.

Selain itu pihak KPH dan Brigade akan melakukan pengawasan jika masih ada pendaki dan wisatawan selama gelaran tersebut maka akan diminta turun.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved