Virus Corona di Sumsel

17 Daerah di Sumsel Zona Kuning, Kasus Aktif Hanya 115, Dinkes Sebut Kesadaran Masyarakat Meningkat

kasus aktif hanya tinggal 115 kasus saja. Kasus sembuh juga melonjak menjadi 56.570 kasus usai ada tambahan 30 kasus sembuh baru. Kematian nol kasus.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Sudarwan
Tangkapan Layar situs corona.sumselprov.go.id
Tangkapan layar situasi Covid-19 di Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia melandai, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasarkan laporan harian dari Dinas Kesehatan Sumsel pada 14 Oktober 2021, saat ini status zonasi di Sumsel tercatat mengalami perbaikan.

Saat ini 17 kabupaten dan kota di Sumsel dikategorikan sebagai daerah zona kuning.

Perubahan zona diketahui telah terjadi sejak awal September lalu hingga sekarang.

Zona kuning memiliki pengertian ada beberapa kasus Covid-19 dengan beberapa penularan lokal.

Di zona ini bisa dilakukan pembatasan aktivitas secara parsial.

Selain itu, zona kuning akan menerapkan protokol kesehatan yang sama dengan Zona Hijau yaitu dengan mengidentifikasi kontak dari kasus yang dikonfirmasi (pelacakan kontak), dan melakukan pengujian, pemantauan maupun isolasi mandiri.

Dari laporan harian tersebut juga diketahui jumlah penurunan kasus yang menggembirakan.

Jumlah suspect hanya 145, probable 434, dan positif keseluruhan 59.751.

Total angka kasus positif ini menjadikan Sumsel berada di peringkat 15 penambahan kasus tertinggi secara nasional.

Sementara itu, kasus positif aktif  hanya tinggal 115 kasus saja. Kasus sembuh juga kini melonjak menjadi 56.570 kasus usai ada tambahan 30 kasus sembuh baru.

Hingga kini, kasus kematian berada di angka 3.066 dan tak lagi ada tambahan kasus baru atau nol kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel,  Lesty Nurainy mengatakan, penurunan kasus dan perubahan zona ke level yang lebih baik ini karena kesadaran masyarakat yang meningkat atas penyebaran Covid-19.

"Masyarakat kita sudah memahami pentingnya prokes (protokol kesehatan). Namun memang tidak serta merta ini menjadi aman, potensi penyebaran masih besar. Untuk itu, kami tetap berharap agar masyarakat tidak lalai dengan prokes,” kata dia dikonfirmasi Jumat (15/10/2021).

Lesty menjelaskan, meski penambahan kasus korona menurun, namun pemerintah tetap maksimal menggencarkan upaya 3T, yakni testing, tracing dan treatment di tiap kabupaten dan kota di Sumsel.

“Kita tetap optimalkan 3T dan tak pernah kendor," kata dia.

Kalangan yang dinyatakan terpapar Covid-19 jugaakan  terus dilakukan pengawasan.

Rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Sumsel juga terus berkomitmen menangani pasien yang dinyatakan terinfeksi.

"Untuk yang isolasi mandiri juga terus dipantau perkembangannya oleh tim satgas,” ujar Lesty

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved