Breaking News:

Kisah Gadis Muda 15 Tahun, Paru-parunya Rusak Karena Vaping, Kini tak Bisa Nafas Tanpa Ventilator

Sang Ibu, Natasha Stephenson membeberkan bahwa anaknya Dakota kini harus bernapas menggunakan bantuan ventilator.

Editor: Fadhila Rahma
(DOK DAKOTA STEPHENSON via ABC INDONESIA)
Dakota dirawat di rumah sakit selama tiga hari karena kondisi paru-parunya. 

SRIPOKU.COM - Bahaya vaping atau rokok elektrik dianggap lebih ringan dibandingkan rokok tembakau.

Tapi, sebenarnya pendapat ini kurang tepat.

Berbeda dengan rokok tembakau, vape memang tidak mengandung zat berbahaya, seperti tar dan karbon monoksida.

Kendati demikian, bukan berarti vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau.

Seorang remaja berusia 15 tahun, Dakota Stephenson telah mencoba vaping dengan teman sekolahnya.

Namun, sang gadis tak menyangka jika kebiasaannya tersebut memiliki risiko yang mematikan.

Di bulan September 2021 lalu, remaja asal Sydney tersebut dirawat di unit gawat darurat rumah sakit karena menderita kelainan paru-paru yang disebabkan vaping, atau dikenal dengan istilah EVALI.

EVALI adalah singkatan dari E-cigarette or Vaping product use-Associated Lung Injury yang pertama kali dilaporkan terjadi di Amerika Serikat.

Sang Ibu, Natasha Stephenson membeberkan bahwa anaknya Dakota kini harus bernapas menggunakan bantuan ventilator.

Sekarang setiap kali ventilator dilepas, kini membuatnya susah bernapas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved