Breaking News:

Berita Viral

Mengenal Nicke Widyawati, Punya Jabatan Mentereng di PT Pertamina, Presatasinya Diakui Dunia

Kiprah karier Nicke Widyawati dalam membawa kemajuan pada PT Pertamina (Persero) membuat dirinya mendapatkan apresiasi yang luar biasa.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: pairat
Instagram @nickewidyawati
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati masu jajaran 20 Besar Perempuan paling berpengaruh 

SRIPOKU.COM - Kiprah karier Nicke Widyawati dalam membawa kemajuan pada PT Pertamina (Persero) membuat dirinya mendapatkan apresiasi yang luar biasa.

Nicke Widyawati menjadi salah satu perempuan Indonesia yang masuk dalam jajajran perempuan paling berpengaruh di dunia tahun 2021 versi majalah bisnis global fortune posisi ke 17 dari 100 orang perempuan paling berpengaruh lainnya.

Ia masuk dalam daftar 20 besar bersama dengan perempuan hebat lainnya seperti Emma Walmsley, Jessica Tan, Anna Botin, Shemara Wikramanayake, Catherine MacGregor, dan masih banyak lagi

Menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina sejak tahun 2018 membuat Nicke Widyawati banyak tantangan besar yang harus dilewatinya.

Baca juga: Lowongan Kerja 2021 Anak Perusahaan Pertamina PT Pertamina Training and Consulting Buka Lowongan D3

Seperti diketahui tak lama dari dirinya menjabat, dua kilang milik PT Pertamina terbakar.

Hal tersebut membuat perempuyang memiliki banyak koleksi mobil itu berupaya mendukung transisi energi di Indonesia, dengan membangun portofolio sumber energi terbarukan.

“Pengakuan ini merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina yang terus bergerak mengantisipasi transisi energi,”ujar Nicke dikutip dari tribunnews pada Rabu (13/10/2021)

Melansir dari majalah Fortune yang dilansir oleh parapuan.co, Nicke mengaku sudah tiga kali mengalami tantangan memimpin Pertamina selama setahun pandemi Covid-19.

Baca juga: Pastikan Layanan Distribusi Optimal, Komut Pertamina Kunjungi Depot LPG Pulau Layang & IT Palembang

Tantangan yang dihadapi Nicke selama menjabat sebagai dirut tak mudah.

Ia harus menghadapi jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar rupiah.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved