Breaking News:

Berita Muratara

Penggerebekan Tambang Emas Ilegal di Muratara, Polisi Jauh-jauh ke Pati dan Istri Pemodal Diamankan

Tim Beruang Sat Reskrim Polres Muratara melakukan penyergapan di rumah pemodal tersebut di Pati Jawa Tengah pada Senin (11/10/2021) kemarin.

Editor: Refly Permana
dokumen polisi
Polisi dari Sat Reskrim Polres Musi Rawas Utara mendatangi rumah pemodal tambang emas ilegal di Pati Jawa Tengah  

SRIPOKU.COM, MURATARA - Usai penggerebekan tambang emas ilegal di Muratara beberapa waktu yang lalu, aparat kepolisian belum menghentikan penyeldikan.

Polisi masih akan memburu pemodal tambang emas ilegal yang diduga warga asal Pati Jawa Tengah yang beroperasi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

Dari pengakuan seorang tersangka bernama Agus (28) penambang liar yang tertangkap dalam penggerebekan polisi baru-baru ini mengaku dirinya hanya pekerja. 

Agus yang merupakan warga asal Pati Jawa Tengah mengaku dipekerjakan oleh pemodal tambang berinisial JK yang juga berasal dari Pati. 

"Dari pengakuan tersangka inilah kita mengejar pemodalnya, kami datangi rumahnya di Pati," kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Utara, AKP Dedi Rahmad Hidayat, Selasa (12/10/2021). 

Tim Beruang Sat Reskrim Polres Muratara melakukan penyergapan di rumah pemodal tersebut di Pati Jawa Tengah pada Senin (11/10/2021) kemarin.

Mereka berangkat dari Muratara sebanyak dua tim menggunakan dua unit kendaraan roda empat beranggotakan 10 personil sejak Kamis (7/10/2021) lalu. 

Dedi Rahmad menegaskan mereka akan mengungkap tuntas kasus penambangan emas ilegal yang membuat sungai di Muratara menjadi keruh tersebut. 

"Masalah sungai keruh ini menyangkut kemaslahatan hidup orang banyak, dan aktivitas mereka melanggar hukum, akan kami kejar," tegasnya. 

Dedi menceritakan rumah pemodal JK yang diduga menjadi cukong tambang emas ilegal tersebut cukup mewah di Pati Jawa Tengah.

Rumahnya bergaya arsitektur mediterania yang dipadukan dengan konsep rumah joglo limasan Jawa Tengah, berbahan kayu jati dengan ukuran 20x15 meter persegi. 

"Sayangnya saat kami sergap rumahnya hanya mendapati istrinya (JK) yang ada di dalam rumah. Sedangkan tersangka JK sedang tidak ada di rumah," kata Dedi.

Polisi kemudian membawa istri JK berinisial TN ke kantor Polsek Tambakromo untuk dimintai keterangan.

"Kami bawa dulu istrinya untuk dimintai keterangan. Dari istrinya kami akan gali informasi mengenai tersangka JK," katanya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved