Breaking News:

Berita Muba

Wanita di Muba Beli Tanah 8,2 Ha Senilai Rp 50 Juta, Saat Diperiksa Hasilnya Bikin Sedih dan Marah

"Para pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penipuan adalah Cipto alias Kotok (55), Jamaludin (38), dan Irawan (41)," ujar kapolsek.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
dokumen polsek sekayu
Tersangka penipuan jual beli tanah di Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Aparat kepolisian dari Polsek Sekayu menangkap tiga tersangka penipuan jual beli tanah seluas 8,2 Ha di Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba.

Para tersangka ditangkap setelah seorang wanita melaporkan kejadian ke Mapolsek Sekayu.

Kapolres Muba, AKBP Alamasyah Pelupessy SIK, melalui Kapolsek Sekayu, Iptu Akib, mengatakan tersangka berhasil diamankan pada Jumat (8/10/2021) di kediaman mereka masing-masing.

"Para pelaku yang diduga melakukan tindak pidana penipuan adalah Cipto alias Kotok (55), Jamaludin (38), dan Irawan (41)," ujar Akib, Senin (11/10/2021).

Para tersangka ditangkap setelah korban ke Polsek Sekayu.

Kronologi penipuan jual beli tanah di Muba ini, awalnya antara korban dan tersangka sepakat jual beli tanah seluas 8,2 Ha di Telawan, Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu dengan harga Rp 50 juta dengan perjanjian dibayar sebanyak 3 kali.

"Lalu pada Senin (21/6/2021) sekira pukul 10.00 WIB korban telah melakukan pembayaran yang pertama sebesar Rp10 juta," ungkapnya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Lalu, pembayaran yang kedua pada Senin (28/6/2021) sekitar pukul 15.00 WIB sebesar Rp 20 juta serta pembayaran yang ketiga pada (30/6/2021) sekira pukul 15.38 WIB sebesar Rp 20 juta.

Kemudian, korban dan saksi melakukan pengecekan tanah pada hari Sabtu tanggal 10 Juli 2021 sekira pukul 15.00 WIB ternyata tanah dengan luas 8,2 HA tersebut tidak ada berdasarkan keterangan Sekretaris Desa Sukarami.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekayu.

"Uang yang diberikan ke pelaku itu ada bukti berupa lembaran kuitansi penyerahan uang dan itu jadi salah satu alat buktinya," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui uang korban yang diterimanya senilai Rp 50 juta, sudah habis digunakan untuk judi, narkoba, dan main perempuan. Sementara dua rekannya diberikan masing-masing Rp 1 juta.

"Akibat perbuatannya, kini pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di polsek sekayu. Terhadap pelaku dikenakan Pasal 378 jo pasal 55 ayat 1 ( 1 ) KUHP tentang Penipuan, yang ancaman hukumannya empat tahun penjara," tutupnya.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved