Breaking News:

Liputan Khusus

Prokes Covid-19 Kendor, Awas Lonjakan Kasus Baru di Sumsel

Meski tren kasus Covid-19 menurut, namun demikian Gubernur Sumsel Herman Deru tetap khawatir terjadi lonjakan kasus kembali.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/ARIEF
Sejumlah tempat cuci tangan yang sebelumnya tersedia, yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di kota Palembang sebagian mulai tidak berfungi. 

PALEMBANG, SRIPO -- Kasus penyebaran Covid-19 di Sumsel mengalami penurunan dari waktu ke waktu belakangan ini. Hal tersebut ditunjukan semakin berkurangnya jumlah pasien yang dirawat dibeberapa rumah sakit di Sumsel karena terpapar Covid-19.

Selain itu, jumlah pasien yang menjalani isolasi di Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring, sudah nihil dalam waktu belakangan ini. Sehingga satu dari dua tower yang digunakan untuk isolasi, ditutup.

Disisi lain, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumsel masih diberlakukan. Berdasarkan keputusan pemerintah pusat, PPKM diperpanjang mulai 5 hingga 18 Oktober 2021.

Untuk di Provinsi Sumsel, menurut Dinas Kesehatan Sumsel dari 17 kabupaten/kota sudah berada di level 1-3. Hanya Kabupaten Musirawas Utara yang menerapkan PPKM level 3. Sedangkan Kota Palembang tetap di level 2.

"Untuk yang level 3 hanya Musirawas Utara dan level 1 ada dua kabupaten yaitu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Empat Lawang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ferry Yanuar, Selasa (5/10) lalu.

"Kalau melihat perkembangan kasus Covid-19 di Sumsel Alhamdulillah melandai. Bahkan bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit yang ada di Sumsel turun," katanya.

Sedangkan untuk Sumsel, BOR-nya 5 persen dan di Palembang BOR nya juga sudah 5 persen, artinya perkembangannya bagus. Kemudian penambahan kasus konfirmasi baru setiap harinya menurun. Berdasarkan data yang ada di 4 Oktober 2021 penambahan kasus Covid-19 sebanyak 5 kasus.

Meski tren kasus Covid-19 menurut, dengan kata lain keadaan membaik, namun demikian Gubernur Sumsel Herman Deru tetap khawatir terjadi lonjakan kasus kembali. Hal tersebut bisa disebabkan kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

Kekhawatiran tersebut diungkapkan Herman Deru disela- sela penyerahan bantuan berupa beras secara simbolis kepada warga di Bukit Kecil yang terdampak Covid-19, melalui Forum Amal Kemanusiaan (Fakem) Palembang Darussalam, Sabtu (9/10).

"Kita berdoa agar virus Corona berakhir. Memang ada tidaknya virus itu atas kehendak tuhan. Ini (kasus) sudah melandai, Provinsi Sumsel seluas ini paling tinggi sehari 50 kasus baru. Nah aku yang khawatir kita jadi lalai dan aku takut nian," kata Herman Deru.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved