Breaking News:

Kasus Baru Covid-19 di Sumsel Turun Drastis, Tapi Gubernur Herman Deru Khawatirkan Ini

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, meski kasus harian baru warga terpapar Covid-19 di Sumsel terus menurun

Penulis: adi kurniawan | Editor: adi kurniawan
TRIBUN SUMSEL/ARIF
erman Deru disela- sela penyerahan bantuan berupa beras secara simbolis kepada warga di Bukit Kecil yang terdampak Covid-19, melalui Forum Amal Kemanusiaan (Fakem) Palembang Darussalam, Sabtu (9/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, meski kasus harian baru warga terpapar Covid-19 di Sumsel terus menurun, namun ia khawatir akan terjadi lonjakan baru akibat lalai dalam protokol kesehatan (Prokes) 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabub)

Hal ini diungkapkan Herman Deru disela- sela penyerahan bantuan berupa beras secara simbolis kepada warga di Bukit Kecil yang terdampak Covid-19, melalui Forum Amal Kemanusiaan (Fakem) Palembang Darussalam, Sabtu (9/10/2021).

"kita berdoa agar virus Corona berakhir, memang ada tidaknya virus itu atas kehendak tuhan. Ini (kasus) sudah melandai, provinsi Sumsel seluas ini paling tinggi sehari 50 kasus baru, nah aku yang khawatir kita jadi lalai dan aku takut nian," kata Herman Deru yang didampingi dua anaknya, Ketua Fakem Palembang Darussalam Sarimuda, Kepala Dinsos dan Kepala Sat Pol PP Sumsel.

Untuk itu ia mengajak kepada masyarakat Sumsel khususnya keluarga besar Palembang Darussalam, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 tersebut dengan selalui menerapkan Prokes, maupun mengikuti vaksinasi yang digalakkan pemerintah saat ini.

"Jadi ini terobosan dan Fakem juga (bantuan sembako) dan harus menyampaikan ke lawan untuk vaksin, tidak bayar begilir tapi," ungkapnya.

Dengan telah divaksin, paling tidak dikatakan Deru hal itu bisa dibayangkan helm, dimana helm itu tidak menjamin orang terhindar  kecelakaan, tapi minimal tidak menjadikan resiko yang lebih vatal karena sudah dibentengi atau terlindungi. 

"Istilahnya vaksinasi itu kita pakai helm jadi kalau kecelakaan tidak menyebabkan pecah palak (vatal), jadi jangan jadi lalai kita pakai helm, termasuk pakai masker dengan benar. Selain itu sebagai antibodi paling baik itu adalah kebahagian dengan cara dipaksa jangan di peloki kesedihan itu," sarannya.

Untuk vaksinasi di Sumsel sendiri, Bupati OKU Timur dua periode ini jika sudah melampaui target yang ada dari sasaran mayoritas warga Sumsel diberikan vaksin.

"Untuj progres vaksinasi kita terget di Oktober sudah melampaui 30 persen, mudah- mudahan lepas Oktober lebih besar lagi capaiannya," tandas Deru, seraya Pemprov Sumsel siap menggelontorkan bantuan kepada masyarakat Sumsel lebih banyak lagi nantinya.

Sementara Ketua Fakem Palembang Darussalam Palembang Sarimuda menyatakan, jika bantuan ini merupakan bantuan dari Gubernur Sumsel melalui Fakem dan kedepan akan terus dilakukan.

"Tadi pagi ada 350 KK di Yuka (Sako) dan disini ada 437 KK yang siberikan berupa 10 kg beras masing- masing KK. Kami warga Fakem Palembang Darussalam mengucapkan terima kasih dikasih 10 kg beras setiap KK. Bagi warga Fakem bukan besarnya tapi ukuran bantuan ke masyarakat jika ada kepedulian dari pemimpinnya," pungkas Sarimuda seraya hal ini akan dilakukan di Kecamatan lainnya di kota Palembang.

Sementara dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel per 8 Oktober, vaksinasi warga Sumsel untuk dosis 1 sudah mencapai 30,3% atau 1.911.390 warga, sedangkan dosis 2 mencapai 17,9 persen atau 1.128.224 warga dari dari total target vaksinsi 6,3 juta jiwa, sedangkan dosis 3 khusus Nakes sudah mencapai 63.36 persen. 
 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved