Breaking News:

Berita Palembang

Dituntut 5 Tahun Penjara, Juarsah Bersikukuh Dirinya Tidak Terima Fee : tak Ada Bukti

"Saya tetap pada pendirian saya. Sebagaimana persidangan tidak ada satupun bukti yang dapat membuktikan saya terima fee,"

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Terdakwa Juarsah saat di Pengadilan Tipikor Palembang, Usai mendengar tuntutan JPU KPK, Jumat (8/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dalam 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim, Juarsah (Bupati Muara Enim non aktif) kembali jalani persidangan.

Sidang kali ini beragenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK, yang akan dibacakan dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sahlan Effendi SH MH, di Pengadilan Tipikor Palembang, Jumat (8/10/2021).

Dalam sidang, JPU KPK menuntut terdakwa Juarsah dengan tuntutan 5 Tahun, denda Rp 300 juta, dengan Subsidair 6 bulan kurungan.

Selain itu, mewajibkan terdakwa untuk mengembalikan uang pengganti sebesar Rp. 4.017.000.000, yang mana jika dalam jangka 1 bulan tidak dibayar, maka diganti dengan hukuman 1 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, terdakwa Juarsah melalui kuasa hukumnya, meminta waktu untuk meyiapkan nota pembelaan (Pledoi) baik secara lisan dan tertulis.

Diwawancarai usai persidangan Juarsah yang datang menggunakan baju batik tersebut bersihkukuh mengatakan jika dirinya tidak menerima gratifikasi apapun atau fee dari siapapun.

JUARSAH Menangis saat Tahu Rekening Istri dan Anaknya Diblokir, Sebut Anak Masih Kuliah, Butuh Uang!

"Saya tetap pada pendirian saya. Sebagaimana persidangan tidak ada satupun bukti yang dapat membuktikan saya terima fee," ujar Juarsah yang diwawancarai awak media, di Pengadilan Tipikor Palembang, Jumat (8/10/2021).

Sementara itu, dikonfirmasi pada kuasa hukum terdakwa, Saipuddin Zahri SH MH didampingi oleh Daud Dahlan SH MH mengatakan pihaknya akan melakukan pembelaan pada persidangan selanjutnya.

"Selaku sama-sama penegak hukum kita hargai tuntutan JPU, karena itu hak dia. Namun dari yang kita dengar, JPU masih berkisar dari BAP bukan dari fakta persidangan," ujar Saipuddin yang diwawancarai usai persidangan.

Maka dari itu pihaknya akan melakukan pembelaan atas apa yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum KPK.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved