Breaking News:

Berita Muba

Kucurkan Ratusan Juta Sebulan, Polda Sumsel Incar Pemodal Ribuan Sumur Minyak Ilegal di Muba

"Kami yakin ada pemodal, satu bulan mereka ini bisa membuat tiga lobang dengan anggaran Rp 100 juta sebulan" jelas Jendral Bintang dua tersebut

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Odi Aria
Keenam tersangka saat dihadirkan dalam rilis di Mapolda Sumsel, Kamis (7/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) akan membongkar pemodal yang mempekerjakan warga sekitar untuk melakukan tambang sumur minyak ilegal.

Polda Sumsel sendiri berhasil menemukan seribuan titik sumur minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.

Dari temuan itu sebanyak enam pelaku berhasil diamankan oleh Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, pihaknya akan berkomitmen akan membongkar siapa dalang alias pemodal tambang sumur minyak ilegal tersebut.

"Kami yakin ada pemodal, satu bulan mereka ini bisa membuat tiga lobang dengan anggaran Rp 100 juta sebulan" jelas Jendral Bintang dua tersebut, Kamis (7/10/2021) saat rilis di Mapolda Sumsel.

Menurut dia, warga mengantungkan hidup dari sumur minyak ilegal itu karena tidak ada pekerjaan lain.

Sehingga ia mendorong pemerintah setempat untuk membuka lapangan pekerjaan, sehingga tak ada lagi warga yang bekerja sebagai penambang sumur minyak ilegal.

"Jadi bagaimana caranya kita mencarikan solusi yang tepat. Kami berharap adanya komitmen bersama Forkompinda memutus persoalam ilegal Driling di Sumsel," ungkap Toni.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Barly Ramadhany menambahkan adapun sistem kerja para tersangka yakni dengan memasukkan alat ke dalam lubang pipa, lalu kemudian disedot ke dalam tedmon dan dikumpulkan ke penampungan.

Terkait siapa dalang dibalik pelaku ilegal drilling tersebut, Barly menegaskan pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman dengen menginterogasi para tersangka.

Dari tangan para tersangka, Polda Sumsel berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit pompa, satu unit sepeda motor honda, satu buah selang, dirigen plastik dan genset.

"Lubang yang ada di lokasi berkisar 1000 titik lebih. Untuk pemilik modalnya akan kita kejar terus," ujarnya.

Ia mengimbau, kepada para masyarakat agar berhenti melakukan ilegal drilling.
Dampak dari aktivitas ilegal tersebut menyebabkan rusaknya lingkungan sekitar lahan yang lebih kering dan potensi terjadinya karhutla.

Atas ulahnya, para pelaku dikenakan pasal 36 UU Cipta Kerja No 11 Tahun 2020 tentang Kehutanan dan Migas.

"Untuk kerugian materi masih belum kita hitung, yang jelas dari aktivigas ilegal drilling ini berdampak terhadap ingkungan yang terus diekploitasi setiap harinya," bebernya. (Oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved