Breaking News:

Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Giri Ramanda Jadi Saksi Sidang Korupsi Masjid Raya Sriwijaya, 'Gila Namanya Kalau Saya Terima Fee'

"Itu kan untuk membangun masjid (Masjid Raya Sriwijaya), gila namanya kalau sampai ada fee," ujar Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda N Kiemas saat diwawancarai awak media di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (7/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda N Kiemas dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya atas terdakwa Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, Kamis (7/10/2021).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Abdul Azis SH MH, memberikan keterangan terkait proses penganggaran di DPRD Sumsel di tahun 2015 dan 2017.

Giri Ramda N Kiemas diperiksa sebagai saksi bersama empat orang lainnya yakni Ramdhan Basyeban (Sekertaris Dewan), Agus Sutikno (mantan Ketua Komisi III, DPRD Sumsel), M F Ridho (anggota DPRD Sumsel), dan Yansuri (mantan anggota DPRD Sumsel).

Diminta komentarnya di sela jam istirahat sidang, Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri dengan ramah menyapa para awak media yang menunggu di luar ruang sidang.

Giri mengatakan dirinya hadir sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait proses penganggaran dana hibah di DPRD Sumsel.

"Kalau ditanya mengenai proses dan prosedur dana hibah sudah benar atau tidak, tentu jika sudah sampai ke DPRD harusnya sudah memenuhi permendagri," ujar Giri, Kamis (7/10/2021).

Jika sudah sesuai dengan Permendagri, ketika di DPRD tinggal mengambil kebijakan politiknya saja untuk menganggarkan dana hibah tersebut.

"Jadi asumsi kita DPRD sudah sesuai dengan aturan berlaku. Sudah siap," jelasnya.

Disinggung mengenai apakah bentuk fisik profosal tersebut benar ada atau tidak, Giri mengatakan dirinya tidak mengetahui. Pasalnya hal tersebut ada di pihak eksekutif.

Dijelaskan Giri Ramanda, dana hibah itu totalnya sebesar Rp 1,3 Triliun dengan rinciannya. Yang setelah didalami pembahasannya ke komisi sebagai pratiksi.

"Di komisi baru dibahas per item anggaran tersebut. Benar atau tidak dan sudah diyakini oleh pihak esekutif serta sesuai ketentuan," jelasnya.

Kembali disinggung mengenai fee di DPRD, Giri mengatakan dirinya tidak pernah terima dan tidak pernah tahu mengenai fee yang dimaksud.

"Itu kan untuk membangun masjid (Masjid Raya Sriwijaya), gila namanya kalau sampai ada fee," ujar Wakil Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved