Breaking News:

Berita Palembang

Daging Ayam Ras, Beras dan Sewa Rumah Menjadi Komoditas Penyumbang Inflasi di Kota Palembang

Daging ayam ras sebesar 0,15 persen, beras 0,05 persen dan sewa rumah 0,04 persen. Seperti kita tahu harga ayam ras ini memang belakangan ini naik

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Modern Plaju Palembang. Daging ayam ras menjadi salah satu Komoditas Penyumbang Inflasi di Kota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Daging ayam ras, beras dan sewa rumah menjadi komoditas penyumbang inflasi di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Hari Widodo mengatakan berdasarkan data per September 2021 tiga komoditas ini sebagai penyumbang inflasi di kota Palembang.

"Daging ayam ras sebesar 0,15 persen, beras 0,05 persen dan sewa rumah 0,04 persen. Seperti kita tahu harga ayam ras ini memang belakangan ini naik," ungkap Hari Widodo, Selasa (5/10/2021), seusai mengikuti rapat strategi unggulan pengendalian inflasi/deflasi Kota Palembang.

Dikatakan Hari Widodo, untuk sewa rumah ini memang masuk baru karena di tengah pandemi covid-19 ini kebutuhan akan rumah meningkat namun orang tidak punya uang jadi mereka menyewa sehingga harga sewa rumah naik.

"Dampak pandemi ini sedikit menurunkan aktivitas ekonomi masyarakat sehingga permintaan tak terlalu besar. Tetapi kita masih melihat bahwa beberapa komoditi yang perlu kita ceramati yakni daging ras, beras dan tarif sewa rumah yang menyumbang andil inflasi," ungkap dia.

Akan tetapi semua ini masih dalam kendali dan relatif rendah sehingga ke depan kita mengupayakan ketersediaan pasokan, keterjangkuan harga dan distribusi lancar.

"Distribusi ini penting karena kalau ada barang tapi distribusi secara lancar akan mengganggu dan ini kita dorong," ungkap dia.

Mengenai pertumbuhan ekonomi, pihaknya mengaku optimis dan terbukti di triwulan kedua tahun lalu pernah terjadi kontraksi sehingga tren membaik sesuai prediksi bank Indonesia.

"Bahkan pertumbuhan ekonomi trennya di triwulan kedua tahun 2021 ini juga melebihi prediksi Bank Indonesia. Artinya aktivitas ekonomi mulai menggeliat," ujarnya.

Apalagi saat ini, adanya PPKM level 2 insya Allah akan mendorong aktivitas ekonomi akan lebih baik.

"Mungkin untuk triwulan ketiga ini agak lambat karena adanya kemarin PPKM Jawa- Bali tapi insya Allah akan membaik karena kita sudah berada di zona membaik dan kita harap triwulan empat akan membaik," ungkap dia.

Untuk sinergi dengan pemerintah daerah, lanjut dia, dalam konteks pengendalian inflasi bersama-sama dengan tim pengendalian inflasi daerah bersinergi dengan unsur terkait.

"Kerjasama ini sesuai dengan tupoksi masing-masing misalnya. Ada kelangkaan suatu komoditas maka dinas perdagangan akan turun untuk melakukan operasi pasar dan lain sebagainya," ungkap dia. (Srie Baginda)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved