Breaking News:

Tips Kesehatan

Alami Gangguan Kognisi dan Kecemasan Pasca Covid-19 Disarankan Konsultasi ke Dokter Jiwa

, Hemastia menyarankan orang yang telah dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19 untuk melakukan evaluasi pemeriksaan kesehatan jiwa kepada ahli.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/FADHILA RAHMA
ilustrasi Kecemasan 

SRIPOKU.COM - Infeksi Covid-19  tidak hanya berefek pada kesehatan tubuh secara fisik saja. Kejiwaan orang yang pernah dinyatakan positif virus ini juga akan mengalami perubahan bahkan gangguan.

Dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokkan Bedah Kepala Leher (THT-KL) Bethsaida Hospital, Hemastia Manuhara, menyebutkan, penyebab orang yang terinfeksi virus korona dapat mengalami gangguaan kognisi hingga kecemasan ini dikarenakan oleh beberapa faktor.

"Gangguan kognisi dipengaruhi proses tranfusi darah ke otak yang tidak baik sehingga otak akan lamban memproses informasi sehingga sulit fokus dan gampang lupa," ujarnya pada webinar Mengenal Gejala Post Covid-19, Selasa (5/10/2021).

Sementara itu, untuk gangguan kecemasan atau
PTSD (post traumatic stress disorder) disebabkan oleh faktor kesepian saat menjalani isolasi mandiri di rumah untuk pasien Covid-19 gejala ringan dan sedang.

Terlebih, jika selama isolasi pasien juga terus memikirkan soal kendala finansial yang akan berpengaruh pada kehidupan setelah sembuh dari Covid-19.

"Pikirannya macam-macam selama isolasi. Enggak bisa kerja. Gimana nanti keuangan? Apalagi, dia juga tidak bisa melakukan kontak sosial," jelas dia.

Menurut Hemastia, gejala gangguan kejiwaan juga akan semakin parah dialami oleh pasien yang bergejala berat.

Pada kasus gejala berat, pasien kemungkinan bisa mengalami penurunan daya ingat atau Alzheimer.

Hal ini karena pasien harus dirawat di ruang intensif dengan waktu yang lama dan menggunakan peralatan medis seperti ventilator.

Oleh karena itu, Hemastia menyarankan orang yang telah dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19 untuk melakukan evaluasi pemeriksaan kesehatan jiwa kepada ahli.

"Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jiwa karena kesehatan mental ini penting. Sama pentingnya seperti kesehatan fisik," tambah dia.

Jika malu untuk bertemu dokter jiwa atau psikolog secara langsung dapat juga melakukan konsultasi kesehatan mental melalui fasilitas daring.

Terlebih, saat ini telah banyak lembaga yang memberikan layanan secara online.

"Saat ini sudah begitu mudah untuk konsultasi online. Segera lakukan konsultasi jika gejala kecemasan masih terus terjadi bahkan lama setelah sembuh dari Covid-19," ujar Hemastia.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved