Breaking News:

Pelonggaran PPKM Pelaku Ekonomi Bahagia

PPKM diberlakukan dengan priode tertentu dan setelah habis masa pemberlakukan ternyata PPKM terus diperpanjang, termasuk saat ini PPKM kembali...

Editor: Bejoroy

Bagi pelaku UMKM terlebih pedagang K-5, terkadang masih saja terjadi pelanggaran atas keten-tuan PPKM tersebut, karena mereka berorientasi pada pendapatan harian yang relatif kecil hanya untuk mencukupi kebutuhan makan harian mereka.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Terjadi trade-off, disatu sisi pemerintah ingin PPKM berjalan, disisi lain UMKM ingin kegiatan ekonomi mereka tidak dihalangi.Suatu kondisi kontradiksi!

Pelonggaran PPKM-Bahagia.
Setelah beberapa kali PPKM diperpanjang, sepertinya perpnajangan PPKM kali ini memberi warna yang berbeda, pelaku ekonomi termasuk UMKM merasakan kebahagian, karena ada pe-longgaran atas pemberlakukan PPKM tersebut.

PPKM kali ini sudah diturunkan levelnya, seperti Kota Palembang dari level 4 turun ke level3. Artinya ada kelonggaran pengetatan kegiatan ekonomi dari yang sebelumnya.

Mereka bahagia karena aktivitas ekonomi mereka sudah boleh dilaksanakan mendekati normal kembali.

Walaupun sebenarnya dilapangan sebelum PPKM turun level saja ada sebagian dari mereka yang tidak peduli dengan PPKM (melanggar ketentuan PPKM) yang penting mereka melakukan kegiatan ekonomi.

Namun, dengan adanya penurunan PPKM tersebut, sekali lagi mereka sudah bahagia.

Apalagi jika awal Oktober 2021 nanti sudah tidak ada lagi PPKM atau apapun namanya sudah tidak diberlakukan lagi, maka kabahagiaan itu semakin menggelora.

Ternyata kebahagiaan itu tidak hanya datangnya dari pelaku ekonomi, rakyat pada umum nya ikut merasakan bahagia, karena aktivitas keseharian mereka sudah bisa “bebas”.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Langkah yang Perlu diindahkan.
Di pihak pemerintah sebaiknya terus melakukan evaluasi secara menyeluruh semua kebijakan (PPKM dan lainnya) yang telah dijalankan, faktor efektivitas menjadi penting untuk diindahkan.

Kegiatan ekonomi harus tidak boleh terganggu apalagi terhenti, memang suatu hal yang sulit, na-mun kita harus bersama-sama berjuang demi berakhirnya pandemi ini.

Di pihak pelaku ekonomi, harus bisa memahami dan mensikapi kebijakan yang telah dijalankan pemerintah (PPKM dan lainnya) tersebut, kita harus piawai, harus kreatif, dan harus berpikir dinamis.

Protokol kesehatan harus tetap dijalankan, agar kegaiatan ekonomi tetap lancar.

Kegiatan yang mendatangkan atau mengumpulkan orang banyak yang dilarang tersebut bisa disi-asati dengan tehnis tertentu dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Seperti salah satu Universitas dalam melaksanakan wisuda tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat, disiasati dengan pelaksanaan wisuda beberapa hari.

Misalnya hari ini wisuda untuk fakultas “X”, besok wisuda untuk fakultas “z”, dan seterusnya, dengan demikian tidak terjadi kerumunan.

ilustrasi
Update 1 Oktober 2021. (https://covid19.go.id/)

Begitu juga dengan pelaksananaan resepsi pernikahan, dilaksanakan dengan sistem “datang – pu-lang”, tidak makan ditempat, melainkan “nasi kotak” dibawak pulang.

Intinya kegiatan sosial-keagamaan-kemasyarakatan jangan terhenti. Usahakan kegiatan tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Cara di atas baik untuk ditiru, selain kegiatan akademik tetap berjalan, selain kegaiatn resepsi te-tap berjalan, kegiatan ekonomi yang menyertainya pun ikut berjalan.

Catering makanan tetap berjalan, Hotel sebagai tempat wisuda atau gedung-gedung tempat resepsi tetap berjalan, dan beberapa kegiatan ekonomi lain yang menyertainya tetap berjalan.

Mengapa tidak?
Namun, pemerintah harus benar-benar membantu pelaku ekonomi menegakkan protokol kese-hatan tersebut.

Mungkin pemerintah perlu mengirim petugas secara intensif untuk membantu pelaku pada unit-unit atau pusat-pusat kegaiatan ekonomi, agar protokol kesehatan bisa berjalan dengan baik .Selamat Berjuang!!!!!!

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved