Breaking News:

Berita Selebriti

Pakar Media Ini Sebut Wajar Jika Publik Marah, Lesty Kejora dan Rizky Billar Bisa Dikenai UU ITE

Publik memiliki trust (kepercayaan) terhadap tokoh yang dianut. Ketika orang yang diberi kepercayaan untuk dianut tidak sesuai kenyataan, publik marah

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Instagram @rizkybillar
Kolase Lesty dan Rizky Billar Nikahan 

SRIPOKU.COM - Pro dan kontra terus muncul pasca pernikahan Lesty Kejora dan Rizky Billar yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi sebagai liputan khusus.

Publik dihebohkan atas pernyataan Lesty Kejora dan Rizky Billar bahwa mereka sudah menikah siri sebelum pelaksanaan acara tersebut digelar.

Hal ini kemudian memicu reaksi dari masyarakat yang menyinggung bahwa apa yang dilakukan Lesty Kejora dan Rizky Billar sudah termasuk dalam bentuk kebohongan publik.

Bahkan muncul tuntutan terhadap Lesty Kejora dan Rizky Billar dari berbagai pihak yang melaporkan mereka ke pihak kepolisian.

Pakar media dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nina Widyawati buka suara dan menjelaskan mengapa akhirnya pernikahan yang disiarkan langsung tersebut dimaksudkan sebagai kebohongan publik.

Akad nikah Lesty Kejora dan Rizky Billar
Akad nikah Lesty Kejora dan Rizky Billar (Indosiar)

Menurut Nina, sebagai penggemar, masyarakat atau netizen bukan sedang bergantung pada kehidupan orang lain, tetapi cenderung mencari panutan.

"Publik memiliki trust (kepercayaan) terhadap tokoh yang dianut. Ketika orang yang diberi kepercayaan untuk dianut tidak sesuai kenyataan, publik marah," katanya dikutip dari Surya.co.id

Selain persoalan kepercayaan terhadap tokoh publik, ada pula masalah etik yang menyangkut penayangan acara akad nikah Leslar di televisi.

Baca juga: Nikita Mirzani Mendadak Bahas Nikah & Hamil di Luar Nikah, Gue Alhamdulillah Ngga Pernah di DP-in

Ia menjelaskan, persoalan utama yang terjadi bukanlah tentang pernikahan siri dan penayangan acara akad kedua kalinya di televisi, melainkan soal kepercayaan dan kebohongan publik.

Menurutnya, secara umum kebohongan tidak bisa diterima masyarakat, apalagi bila dilakukan pada publik yang jumlahnya banyak.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved