Breaking News:

Berita Banyuasin

Ketua dan Bendara UPPK Desa Tanjung Baru Banyuasin Jadi Tersangka Korupsi Optimasi Lahan Rawa

Kejari Banyuasin menetapkan dua tersangka dugaan korupsi pengerjaan optimasi lahan rawa (OPLA) tahun anggaran 2019.

Editor: Refly Permana
net/google
Ilustrasi korupsi. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Kejari Banyuasin menetapkan dua tersangka dugaan korupsi pengerjaan optimasi lahan rawa (OPLA) tahun anggaran 2019 pada UPKK Jaya Bersama di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin.

Ketua UPPK, yakni Harun Hasyim, dan bendahara, Mustopa, dari hasil pemeriksaan di Kejari Banyuasin terkait terindikasi sudah melakukan korupsi pengerjaan Optimasi Lahan Rawa (OPLA) tahun Anggaran 2019.

Kajari Banyuasin, Budi Herman, melalui Kasi Pidsus, M Lukber, menjelaskan dari pemeriksaan dan hasil audit BPKP terindikasi sudah melakukan tindak pidana korupsi pengerjaan Optimasi Lahan Rawa (OPLA) Tahun Anggaran 2019.

"Tindakan yang dilakukan keduanya, setidaknya negara mengalami kerugian lebih kurang Rp 840.116.000. Sehingga, kemarin sore kami langsung melakukan penahanan terhadap kedua di Rutan Klas 1 Pakjo Palembang," katanya, Jumat (1/10/2021).

Dari pemeriksaan yang dilakukan selama dua jam lebih, keduanya mengakui bila sudah mengurangi spek dalam pengerjaan Optimasi Lahan Rawa (OPLA) Tahun Anggaran 2019 di Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin.

Dari penyelidikan yang dilakukan pula, pihaknya sudah mengecek ke lokasi pengerjaan.

Dari pengerjaan yang dilakukan, terlihat sangat tidak sesuai spesifikasi yang telah ada.

Kedua sudah beberapa kali dimintai keterangan, hingga setelah dinyatakan cukup bukti, keduanya langsung ditetapkan menjadi tersangka.

Eddy Yusuf dan Ishak Mekki Diperiksa Kejati Sumsel, Terkait Kasus Dugaan Korupsi PDPDE

"Hasil pemeriksaan keduanya, mereka mengakui sudah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya langsung kami lakukan penahanan.

Penahanan ini dilakukan agar keduanya tidak kabur dan menghilangkan barang bukti," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved