Breaking News:

Forkompimda Kabupaten OKU Ajak Gelorakan Semangat Pancasila Dalam Kehidupan

Upacara Hari Kesaktian Pancasila dilakukan secara virtual diikuti oleh Forkopimda, para asisten Pemkab OKU dan undangan terbatas dengan Prokes

Penulis: Leni Juwita | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Leni Juwita
Bupati dan Forkopimda ditemui usai Upacara hari Kesaktian Pancasila di ruang Abd Praja Pemkab OKU Jumat (1/10/2021).   

SRIPOKU.COM, BATURAJA --- Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan mengajak semua pihak terus menggelorakan semangat Pancasila.

Upaya ini dilakukan untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila sebagai dasar negara harus terus digelorakan khususnya kepada generasi muda sebegai penerus bangsa.

Untuk itu pendidik mulai dari tingkat PAUD (Pendidikan Usia Dini) hingga ke tingkat perguruan tinggi  harus diberikan materi tentang Pancasila dan nilai-nilai butir-butir Pancasila.

Kemudian peristiwa G30/PKI juga harus diajarkan ke sekolah daam setiap jenjang pendidikan.

Selain pendidik dan peserta didik ,semua elemen masyarakat juga harus bersama-sama menggelorkaan Pancasila agar bangsa ini  menjadi bangsa yang kuat serta menghargai sejarah.

Hal itu disampaikan Plh Bupati OKU bersama Forkompimda terdiri  Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo SIK, Ketua DPRD OKU H Marjito Bachi ST, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Tan Kurniawan SAP Mipol.

Bupati dan Forkopimda ditemui usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila di ruang Abd Praja Pemkab OKU Jumat (1/10/2021).  

Upacara Hari Kesaktian Pancasila dilakukan secara virtual diikuti oleh Forkopimda, para asisten Pemkab OKU dan undangan terbatas dengan tetap mematuhi prokes (Protokol kesehatan ) masa Pandemi Covid-19.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU H Teddy Meilwansyah MM MPd  menjelaskan, dijenjang pendidikan PAUD, SD dan SMP di Kabupaten OKU peserta didik tetap menerima materi terkait dengan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.  '

Materi sejarah juga tetap diajarkan kepada peserta didik, sehingga generasi muda selalau akan mengenang sejarah perjuangan bangsa dan  mengharga jasa-jasa pahlawan, Termasuk sejajarah tentang pemberontakan G30S/PKI juga tetap diajarkan di sekolah-sekolah.

“Kalau ada isu yang menyebarkan pelajaran sekoah sudah dihapuskan itu berita hoax,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved