Breaking News:

Disdukcapil Sumsel Sosialisasikan Pencatatan Sipil Tentang Perkawinan Beda Agama Ini Tujuannya

Disdukcapil Provinsi Sumsel mengadakan sosialisasi terkait pencatatan sipil dalam kebijak an perkawinan beda agama untuk Kabupaten/Kota se Sumsel 2021

Editor: adi kurniawan
Handout
Sosialisasi Terkait Pencatatan Sipil dalam Kebijakan Perkawinan Beda Agama Kabupaten/Kota se Sumsel tahun 2021 di Ruang Rapat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumsel, Kamis (30/9/2021). 

SRIPOKU.COM,  PALEMBANG -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan sosialisasi terkait pencatatan sipil dalam kebijakan perkawinan beda agama untuk Kabupaten/Kota se Sumsel tahun 2021.

"Secara garis besarnya bahwa untuk perkawinan beda agama itu tidak bisa dilakukan," kata Kepala Disdukcapil Provinsi Sumsel, Puadi S.Pd usai membuka Sosialisasi Terkait Pencatatan Sipil dalam Kebijakan Perkawinan Beda Agama Kabupaten/Kota se Sumsel tahun 2021 di Ruang Rapat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumsel, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, perkawinan beda agama tidak diakui oleh negara dan tidak dapat dicatatkan.

Akan tetapi jika perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan agama salah satu pasangan dan pasangan yang lain menundukkan diri kepada agama pasangannya, maka perkawinan tersebut dapat dicatatkan.

Masih kata Puadi, manakala ada penduduk yang mau menikah beda agama dia harus memilih salah satu agama yang dianut.

Contohnya jika muslim atau non muslim, iya mau tidak mau yang non muslim harus Islam dulu.

"Itu untuk proses pernikahannya, sebagai syaratnya untuk menikah."

"Untuk itulah kegiatan ini diadakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar jangan sampai terjadi pernikahan beda agama. Maka artinya dia harus memilih satu agama," katanya. 

Menurutnya, tugas Disdukcapil terkait dokumen seperti KTP, akta kelahiran dan lain-lain. Sedangkan untuk merubah status jadi kawin bisa menujukan buku nikah untuk yang muslim dan akta nikah untuk yang non muslim.

"Jika itu tidak ada maka tidak bisa diakomodir atau tidak bisa dilakukan. Tugas kita dukcapil jangan sampai dokumen-dokumen terkait pencatatan sipil ini terkendala kedepannya," katanya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini yang menjadi narasumber dari Dirjen Kementerian Kependudukan dan Pencatatan Sipil yaitu Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan, Drs. Akhmad Sudirman Tavipiyono, MM, MA.

Lalu Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pencatatan Perkawinan Dan Perceraian, Shanti, S.Sos, MA serta dari
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel, Kasi Kepenghuluan dan Fasilitasi KS Kanwil Kemenag Sumsel Muhibbullah.

"Temanya ini menarik, agar apa yang kita sampaikan jelas mana kala ada keraguan dari Kabupaten/Kota untuk menerbitkan dokumen-dokumen catatan sipil. Itulah yang kita beda hari ini," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved