Bisa Jadi Tanda Ada Penyakit di Tubuh, Ini Fakta Balita Bau Badan, Waspada Bahan-bahan Makanannya!

Bau badan umumnya tidak dialami oleh balita karena pada dasarnya balita tidak memiliki cukup asam lemak dan amonia di keringat mereka.

SRIPOKU.COM/PAIRAT
Ilustrasi balita bau badan 

SRIPOKU.COM - Biasanya bau badan tampak terjadi di kalangan orang dewasa.

Hampir jarang balita yang terkena bau badan.

Namun siapa sangka ada balita yang mengalami bau badan.

Biasanya kejadian tak normal ini bisa saja muncul di bagian tubuh Si Kecil seperti ketiak.

Dikutip dari Momjunction, bau badan umumnya tidak dialami oleh balita karena pada dasarnya balita tidak memiliki cukup asam lemak dan amonia di keringat mereka.

Bila ini terjadi, orang tua tentu perlu waspada karena bisa saja ini menandakan adanya suatu penyakit.

Pada beberapa balita bau ketiak yang terjadi mungkin disebabkan oleh kolonisasi strain bakteri tertentu.

Ilustrasi - Bau Badan pada Anak.
Ilustrasi - Bau Badan pada Anak. (alodokter.com)

Baca juga: Cegah dari Sekarang, Ini Efek Samping Balita yang Keseringan Nonton TV, Bisa Rusak Struktur Otak!

Baca juga: Selain Nyanyi 6 Aktivitas Ini Juga Bisa Tingkatkan Perkembangan Kognitif Balita, Misal Belajar Huruf

Diketahui, bau badan pada anak-anak yang belum mencapai pubertas jarang terjadi.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk memperhatikan bau badan yang muncul bila Si Kecil yang belum mencapai pubertas.

Terlepas dari infeksi bakteri, beberapa faktor lain dapat berkontribusi terhadap bau badan pada balita.

Beberapa balita mungkin memiliki bau badan setelah makan makanan tertentu seperti produk susu non-organik, daging, telur, dan makanan pedas, ini mungkin juga disebabkan oleh adanya parasit di dalam tubuh.

Selain itu beberapa balita mungkin memiliki kelenjar keringat hiperaktif, karena kondisi yang disebut hiperhidrosis, yang menghasilkan lebih banyak keringat yang menyebabkan bau badan berlebihan.

Suatu kondisi langka yang disebut 'sindrom bau ikan' dapat menyebabkan bau amis pada napas, urin, dan keringat orang tersebut.

Ini adalah hasil dari kelainan genetik, dan baunya mungkin tidak diperhatikan segera setelah Si Kecil lahir.

Gangguan metabolisme yang jarang juga dapat menyebabkan bau ketiak pada anak-anak praremaja.

Karena tubuh Si Kecil mungkin tidak dapat menghasilkan enzim yang dibutuhkan untuk memecah bahan kimia dalam tubuh.

Misalnya, kelainan metabolisme langka yang disebut Phenylketonuria adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat memecah fenilalanin, asam amino yang ada dalam makanan.

Fenilalanin menumpuk, menyebabkan bau badan yang kuat. dengan mengonsumsi sedikit protein dapat membantu mengendalikan bau badan.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved