Berita Prabumulih

BARON Nekat Jadi Bandar Barang Haram di Prabumulih, 'Orang Tua Butuh Biaya Cuci Darah di Palembang'

Tidak hanya menggagalkan peredaran sabu, tim BNNK Prabumulih juga berhasil mengamankan seorang bandar narkoba bernama HS alias Baron (34).

Editor: Welly Hadinata
Kolase/SRIPOKU.COM
BNN Kota Prabumulih ketika melakukan rilis tangkapan diduga bandar narkoba jenis sabu, Rabu (29/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Peredaran narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 12,94 gram senilai puluhan juta berhasil digagalkan tim pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih, Senin (27/9/2021) pukul 08.00.

Tidak hanya menggagalkan peredaran sabu, tim BNNK Prabumulih juga berhasil mengamankan seorang bandar narkoba bernama HS alias Baron (34).

Baron diringkus petugas di rumahnya di Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat.

Baron merupakan Target Operasi (TO) BNNK Prabumulih dan merupakan residivis yang pernah ditahan dalam kasus yang sama yakni penyalahgunaan narkotika.

Sebanyak 12,94 gram terdiri dari 2 paket besar narkotika jenis sabu, 5 paket sedang narkotika jenis sabu, 18 paket kecil narkotika jenis sabu. Turut diamankan 1/2 butir pil ekstasi warna pink tanpa logo, 5 buah plastik klip kosong ukuran sedang, 12 plastik klip kosong ukuran kecil, 1 buah ktp dan 1 unit Hp Nokia.

Berdasarkaan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, diringkusnya Baron dari laporan masyarakat ke BNNK Prabumulih yang menyebutkan banyak transaksi narkoba di kediamannya.

Menindaklanjuti laporam itu, tim pemberantasan BNNK Prabumulih yang dipimpin Katim A Gamal Al Rasyid dan anggota Briptu Hadi Wangkoro langsung melakukan penyelidikan.

Setelah infomasi diketahui benar, tim kemudian melakukan penggerebekan dan meringkus Baron disaksikan ketua RT setempat.

Kepala BNNK Kota Prabumulih AKBP Ridwan didampingi Katim A Gamal Al Rasyid serta Briptu Hadi Wangkoro mengatakan, pelaku Heri Spiro sudah masuk dalam target operasi pihaknya karena merupakan bandar narkoba

"Pelaku merupakan TO kami dan resedivis, pelaku kami amankan di kediamanya berikut barang bukti sabu," ungkapnya seraya mengatakan Baron akan dijerat pasal 112 dan 114 tentang narkotika dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.

Dihadapan petugas, Heri Spiro mengakui dirinya merupakan bandar narkoba dan sudah dua bulan melakukan jual beli narkoba. "Saya sudah dua bulan jadi bandar, ambil barang (sabu-red) dari Pali sekantong Rp 8 juta, biasanya habis 2 minggu dan selama 2 bulan ini sudah 4 kali beli," katanya kepada wartawan.

Barong menuturkan, dirinya menjadi pedagang sabu karena butuh uang untuk biaya pengobatan ibu dan bapaknya yang sakit.

"Saya mengulang lagi karena orang tua butuh biaya untuk cuci darah di rumah sakit di Palembang, sekali cuci Rp 2,5 juta," tambahnya. (eds/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved