Breaking News:

4 Koruptor Fasilitas Lapangan Sepak Bola di Empat Lawang Dituntut Hukuman Berbeda, ada Oknum Kades

keempat terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1), pasal 3 UU No 20 tahun 2001 atas perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi

Editor: Welly Hadinata
sripoku.com/chairul nisyah
Sejumlah tersangka terduga koruptor di Sumsel yang dihadirkan dalam gelar perkara Ditreskrimsus Polda Sumsel di halaman Mapolda Sumsel. Foto diambil beberapa waktu lalu 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Empat terdakwa, kasus dugaan korupsi pada pengadaan fasilitas lapangan sepak bola di Kabupaten Empat lawang, BS, PT, SY dan AB pada sidang kali ini, dituntut hukuman penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

Keempat terdakwa dituntut dengan hukuman yang berbeda.

Hal tersebut diketahui dalam sidang yang digelar secara virtual diketuai oleh hakim Sahlan Effendi SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (29/9/2021).

Dalam putusannya, JPU Kejari Empat Lawang, Iwan Setiawan SH MH menyatakan keempat terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1), pasal 3 UU No 20 tahun 2001 atas perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 

"Menuntut terdakwa PT dengan hukuman 3 tahun penjara, denda 50 juta, subsidair 3 bulan, sedang tiga terdakwa lainnya dituntut dengan hukuman 1 tahun penjara, denda 50 juta, subsidair 3 bulan," ujar JPU dalam sidang, Rabu (29/9/2021).

Atas tuntutan tersebut, melalui kuasa hukum masing-masing terdakwa akan menyiapakan nota pembelaan yang akan dibacakan pada agenda sidang selanjutnya.

Untuk diketahui, ketua tim JPU Kejari Empat Lawang Iwan Setiawan SH MH mengatakan, bahwa terdakwa PT dalam agenda sidang sebelumnha diperiksa kembali, karena ada sebagian BAP yang tidak diakuinya. 

"Jadi kami mengkonfrontir keterangan saksi penyidik dengan terdakwa Paradis, setelah dihadirkan dua saksi penyidik kehadapan majelis hakim akhirnya terdakwa mengakui semua BAP," kata Kasi Pidsus Kejari Empat Lawang ini.

Iwan menjelaskan, terdakwa PT sempat menghilang setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21. 

"Akibat terdakwa yang sempat menghilang, penyerahan tersangka dan barang bukti sempat terhambat dipanggil dan dihubungi terdakwa tidak pernah hadir lagi, setelah 2 bulan menghilang. Akhirnya, tim cyber Polda Sumsel berhasil melacak keberadaan terdakwa dan berhasil ditangkap di wilayah Provinsi Banten," jelas JPU Iwan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved