Breaking News:

BPBD: Ada 18 Desa di Empat Lawang yang Rawan Bencana Banjir dan Longsor

BPBD Empat Lawang mengingatkan masyarakat di daerah rawan bencana banjir dan longsor untuk waspada. Cuaca buruk diprediksi September - Oktober

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Tingginya intensitas hujan membuat sejumlah wilayah di Empat Lawang rawan bencana banjir dan tanah longsor. 

 
SRIPOKU.COM EMPAT LAWANG -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang mencatatkan ada 18 desa di 7 kecamatan yang rawan bencana banjir dan tanah longsor.

BPBD menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya mengamankan barang-barang berharga yang mudah dibawa ketika terjadi bencana.

Sahrial Podril, Kepala BPBD Empat Lawang menyampaikan, berdasarkan data dan informasi yang diterima dari BMKG diprediksi cuaca buruk akan terjadi di bulan September hingga Oktober tahun 2021.

"Untuk itu masyarakat harus waspada terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana," katanya, Selasa (28/09/2021).

“Kami mencatat ada 18 desa pada 7 Kecamatan yang rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor," Ujarnya.

Desa tersebut yakni Desa Air Mayan dan Desa Padang Gelai Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Desa Padang Tepong Desa Muara Betong Desa Pulau Kemang Kecamatan Ulu Musi, Desa Puntang, Desa Bandar Aji, Desa Paduraksa, Desa Tapa Baru Kecamatan Sikap Dalam, dan Desa Nanjungan, Desa Lubuk Layang, Desa Tanjung Raman, Desa Tanjung Eran Kecamatan Pendopo.

Dijelaskannya potensi banjir dan tanah longsor pada desa-desa diatas ada karena adanya intensitas hujan yang tinggi.

Untuk mengantisipasi adanya potensi bencana tersebut BPBD menyampaikan siap siaga 24 dan mempersiapkan posko siaga bencana di setiap kecamatan.

“Kami siagakan anggota TRC jikalau terjadi bencana bisa langsung terjun ke lokasi untuk membantu serta mengevakuasi korban,” Tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved