Breaking News:

KKB Papua

26 HARI Usai Ditembak, Kaki Kanan Diamputasi, Tragis Nasib Pecatan TNI yang Membelot ke KKB Papua

Senat Soll masuk di RS Bhayangkara Jayapura pada 2 September 2021 dengan kondisi luka tembak pada paha kanan.

Editor: Wiedarto
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Tokoh KKB Yahukimo, Senat Soll, tengah menjalani perawatan di ruang tahanan RS Bhayangkara Jayapura, Papua, Jumat (3/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PAPUA--Tokoh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo, Senat Soll (25) meninggal dunia di RS Bhayangkara Jayapura, Minggu (26/9/2021) malam, sekitar pukul 22.50 WIT.  Senat Soll merupakan pecatan anggota TNI yang bergabung dengan KKB di Papua.
Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes dr Nariyana mengatakan, Senat Soll masuk di RS Bhayangkara Jayapura pada 2 September 2021 dengan kondisi luka tembak pada paha kanan.  Saat itu, ada pembuluh darah di belakang lutut Senat Soll kanan yang cukup besar robek.

"Kemudian kami lakukan perawatan dan pembersihan. Berjalannya waktu, pasien ini pada 9 September dipindahkan ke Brimob, tapi esok harinya pasien ini kembali ke RS Bhayangkara dengan keluhan yang sama, ada nyeri pada luka tembaknya. Kemudian dilakukan pembersihan ulang pada luka itu, ternyata begitu kami lihat ada banyak jaringan yang mati dan kami lakukan pembersihan," ujar Nariyana, di Jayapura, Senin (27/9/2021).

Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, sambung Nariyana, HB yang bersangkutan turun di bawah delapan.

Harus amputasi

Dari hasil konsultasi dengan dokter otopedi yang merawat, kalau jaringan yang mati ini semakin banyak maka direncanakan dilakukan amputasi pada kaki kanan.

"Sebelum dilakukan amputasi, kami perbaiki keadaan tubuhnya, kami kasih tranfusi darah dengan harapan kalau kondisinya membaik maka kami lakukan amputasi. Pada 18 September 2021 dilakukan amputasi dan pasien ini sejak 14 September 2021 kami rawat di ruang ICU agar kondisinya lebih terkontrol," terang Nariyana.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Setelah diamputasi, kondisi Senat Soll menurun dan kemudian dilakukan tranfusi darah, tapi kondisinya tidak terjadi peningkatan.

"Kondisinya terus memburuk, dan kemarin pada jam 22.50 WIT, setelah kami lakukan tindakan penyelamatan, ternyata tidak tertolong," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved