Mantan Kades Buay Madang Dituntut 7,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Minta JPU Usut Juga Petugas BPN

Didakwa melakukan pungli program prona,mantan Kades Tajung Bulan dituntut JPU 7,5 tahun penjara.Kuasa hukum minta JPU juga usus petugas BPN OKU Timur

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/Chairul Nisyah
Sidang kasus dugaan korupsi oleh oknum kades Agus Taufik di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (27/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Diduga melakukan pungli dalam program prona, mantan Kepala Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur periode tahun 2015-2021, Agus Taufik (54) dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman 7 tahun 6 bulan penjara.

Tuntutan JPU Kejari OKU Timur itu disampaikan dalam sidang secara virtual dengan hakim ketua Sahlan Efendi SH MH di Pengadilan Tipikor Palembang, Klas 1A Khusus Sumsel, Senin (27/9/2021).

Dalam sidang agenda tuntutan itu, JPU menyatakan terdakwa Agus Taufik terbukti bersalah melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Menuntut terdakwa Agus Taufik dengan hukuman 7 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta, dengan subsidair 6 bulan kurungan," ujar JPU Kejari OKU Timur dalam persidangan, Senin (27/9/2021).

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Daud Dahlan SH MH dan Romaita SH dari Posbakum PN Palembang menyatakan keberatan atas tuntutanJPU tersebut dan pihaknya akan menyiapkan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan dalam agenda sidang selanjutnya.

"Jelas kami kebertan atas tuntutan JPU tadi. Pasalnya aksi pungli yang dilakukan terdakwa Agus Taufik, berdasarkan fakta persidangan bahwa ada pihak Dinas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten OKU Timur terlibat dalam perkara ini,"ujar Daud yang diwawancarai usai persidangan.

Daud  juga menjelaskan bahwasanya dalam dakwaan JPU juga disebutkan, ada pihak BPN selain memberi informasi syarat-syarat dalam pembuatan akta tanah bagi masyarakat, orang BPN juga mengatakan untuk pembuatan sertifikat tanah dikenakan biaya sebesar Rp. 1. 500.000 per sertifikat.

Daud mengatakan bahwa jelas di dalam dakwaan uang pembuatan sertifikat tanah sebesar Rp 1,5 juta itu dibagi untuk BPN Kabupaten OKU Timur sebesar Rp 500 ribu, sisanya untuk perangkat desa dalam hal ini terdakwa Agus Taufik.

"Itu akan kami sampaikan pada pledoi secara tertulis nanti. Seharusnya bukan hanya terdakwa Agus Taufik saja yang disalahkan dalam kasus ini. Harusnya JPU juga usut pihak BPN yang turut serta menikmati pungli tersebut," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, JPU Aci Jaya Saputra SH mengahdirkan tujuh orang saksi yang merupakan  warga yang mengikuti program prona dari BPN Baturaja, Sumsel.

Dari keterangan warga yang dihadirkan sebagai saksi menyebutkan jika para warga diberitahu oleh Kepala Dusun jika ingin ikut prona, maka warga diminta untuk menyiapkan uang sebesar 1,5 juta rupiah untuk satu sertifikat.

Saksi juga menyebutkan jika selama ini para warga tidak tahu kalau program prona tersebut gratis atau tidak di pungut biaya.

Dalam dakwaa JPU, diketahui bahwa terdakwa Agus Taufik (54) selaku Kepala Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur periode tahun 2015-2021, pada Tahun 2016 dan Tahun 2017, bertempat di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, telah melakukan tindakan tindak penyalagunaan kekuasaan, dan memaksa seseorang untuk membayar sejumlah uang demi kepentingan diri sendiri.

Terdakwa Agus Taufik selaku Kepala Desa di Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, memerintahkan para Kepala Dusun menyampaikan pada warga yang ingin ikut program Prona untuk menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 juta.

Uang tersebut dimaksudkan untuk mengurus proses prona itu sendiri. Yang mana seharunya prona yang dimaksudkan gratis atau tidak dipungut biaya apapun.

Untuk diketahui dalam kasus ini setidaknya ada sekitar 374 sertifikat warga yang ikut program prona dari BPN Baturaja, melalui Kades Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, terdakwa Agus Taufik.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved