Breaking News:

Virus Corona Varian Baru R.1 Jadi Perhatian Peneliti AS, Sudah Terdeteksi di 47 Negara AS, Bahaya?

Peneliti Amerika Serikat sedang memperhatikan Virus Corona varian baru R.1. Melansir Fox News, Kamis (23/9/2021), Pusat Pencegahan dan Pengendalian

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/HUMAS POLDA SUMSEL
Ayo tingkatkan kesadaran menerapkan protokol kesehatan, agar Virus corona (Covid-19) sirna. 

SRIPOKU.COM -- Peneliti Amerika Serikat sedang memperhatikan Virus Corona varian baru R.1.

Melansir Fox News, Kamis (23/9/2021), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) AS telah melaporkan bahwa varian R.1 terkait dengan wabah yang terjadi di sebuah panti jompo di Kentucky pada Maret 2021.

Selama wabah yang terjadi di panti jompo Kentucky, 46 kasus Covid-19 teridentifikasi pada 26 penghuni, yang 18 di antaranya divaksinasi penuh, dan 20 petugas kesehatan, yang empat di antaranya divaksinasi.

Tingkat infeksi pada penghuni yang tidak divaksinasi tiga kali lebih tinggi dari pada penduduk yang divaksinasi.

Sedangkan, pada petugas kesehatan yang tidak divaksinasi, tingkat infeksi adalah 4,1 kali lebih tinggi dari pada petugas kesehatan yang divaksinasi.

Tiga penghuni panti jompo meninggal, termasuk dua yang tidak divaksinasi.

Kendati demikian, CDC AS belum menetapkan varian R.1 sebagai variant of concern (VoC) atau variant of interest (VoI).

Karakteristik varian R.1

CDC menyebutkan bahwa varian R.1 memiliki beberapa karakteristik mutasi penting, seperti peningkatan penularan virus, berkurangnya efektivitas terapi konvalesen dan pasca-vaksinasi, serta potensi untuk mengurangi efektivitas antibodi penawar.

Meski vaksinasi dikaitkan dengan penurunan kemungkinan penularan dan penyakit yang bergejala, 25,4 persen dari penghuni panti jompo yang telah divaksinasi dan 7,1 persen perawat yang telah divaksinasi masih tetap terinfeksi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved