Berita Lubuklinggau
Hujan Malam Hari Bikin Sungai Mesat Lubuklinggau Meluap, Lebih Dari 60 Rumah Diterjang Banjir
Sedikitnya puluhan rumah warga di bantalan Sungai Mesat di empat Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Lubuk Linggau Timur II Kota Lubuk Linggau.
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Hujan lebat mengguyur Kota Lubuk Linggau, Minggu(26/09/2021) malam sekira pukul 02.00 WIB
Sedikitnya puluhan rumah warga di bantalan Sungai Mesat di empat Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Lubuk Linggau Timur II Kota Lubuk Linggau.
Namun, dalam musibah bencana alam ini, tidak menimbulkan korban jiwa hanya beberapa rumah mengalami rusak ( jebol/red ) akibat hantaman air bah dari luapan Sungai Mesat yang membelah beberapa Kelurahan tersebut.
Pantauan dilapangan tampak beberapa rumah warga masih berantakan dan dipenuhi Lumpur. Saat ini warga masih melakukan pembersihan sisa-sisa material lumpur
"Saya tidak bisa berbuat banyak, tiba-tiba air sudah masuk rumah dan menjebol bagian dapur “, ujar Aprizal warga RT 07 Kelurahan Karya Bakti .
Aprizal mengatakan dalam wilayah RT 07 di bantaran Sungai Mesat selain rumahnya, ada delapan rumah warga lainnya antara lain, Yem , Maryono, Aminah, Darimah, Iwan, Tukini dan Wandi.
Ke delapan rumah tersebut ada dekat jalan Jembatan Penghubung RT 09 Kelurahan Cereme Taba dan RT 07 Kelurahan Karya Bakti.
Ia juga mengatakan banjir juga menerjang sebuah jembatan pejalan kaki yang menghubungkan RT 08 Kelurahan Wirakarya dengan RT 07 Kelurahan Karya Bakti.
Baca juga: Banjir di Lubuklinggau, Detik-detik Air Masuk Asrama Putri Ponpes Ar Risalah, 600 Anak Ayam Hanyut
Sementara Sekcam Lubuklinggau Timur II, Lie Sumirat, mengatakan lebih dari 60 rumah warga terkena dampak banjir bandang di 4 Kelurahan.
Di RT 08 Kelurahan Wirakarya 22 rumah, RT 03 , 18 rumah. RT 05 dan 06 Kelurahan Dempo masing-masing 2 rumah. Kemudian RT 07 Kelurahan Karyabakti 8 rumah, RT 08 Keluarahan Karyabakti 10 rumah.
Lalu di RT 03 Kelurahan Cereme Taba, 10 rumah dan RT 07 Kelurahan yang sama 5 rumah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Lutfi melalui Kabid Penanggulangan Bencana Suryo Amrinata menyampaikan berdasarkan informasi sementara sebanyak 35 rumah warga mengalami kerusakan.
"Kalau terdampak banyak, tapi yang mengalami kerusakan ada 35 rumah, bahkan ada yang sampai dindingnya jebol karena diterjang luapan air," ungkapnya.
Ia menyebutkan hasil pantauan di lapangan, penyebab banjir di Kota Lubuklinggau karena aliran air di sungai -sungai yang selama ini tidak langganan banjir banyak tertutup pohon-pohon dan sampah.
"Penyebabnya karena aliran tidak lancar, sudah kita bersihkan materialnya dan sudah kita minta masyarakat untuk bergotong royong membersihkan aliran sungai terutama yang banyak pohon bambu untuk dipangkas," ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di aliran sungai untuk mewaspadai banjir susulan, mengingat saat ini curah hujan di Kota Lubuklinggau mulai cukup tinggi.
"Curah hujan bulan September hingga Desember ini kita prediksi akan semakin tinggi, kita minta masyarakat selalu waspada," tambahnya. (Joy/TS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/puluhan-rumah-warga-di-bantalan-sungai-mesat-dalam-wilayah-kota-lubuk-linggau-banjir.jpg)