Breaking News:

Virus Corona

Untuk Pasien Berisiko Tinggi, WHO Setujui Regeneron untuk Obat Covid-19

"Untuk semua pasien Covid-19 lainnya, manfaat apa pun dari pengobatan antibodi ini tidak mungkin berarti," kata WHO.

Editor: Yandi Triansyah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merekomendasikan koktail antibodi monoklonal yang diproduksi oleh perusahaan biotek AS Regeneron dan dipasarkan oleh raksasa farmasi Swiss Roche untuk mengobati Covid-19.

Namun obat tersebut hanya direkomendasikan untuk pasien tertentu.

Ini adalah pengobatan ketiga yang disetujui untuk pengobatan Covid-19 oleh WHO.

Kombinasi dua obat, antibodi monoklonal casirivimab dan imdevimab, mengikat protein lonjakan SARS-CoV-2, menetralkan virus dan mencegahnya menginfeksi lebih banyak sel.

Koktail, yang dipasarkan sebagai REGEN-COV di AS dan Ronapreve di tempat lain, direkomendasikan hanya untuk pasien tertentu.

Rekomendasi diberikan kepada mereka yang memiliki penyakit sebelumnya atau berisiko jatuh sakit parah akibat Covid-19 dan menghadapi waktu dalam perawatan intensif.

"Untuk semua pasien Covid-19 lainnya, manfaat apa pun dari pengobatan antibodi ini tidak mungkin berarti," kata WHO.

Mengutip Reuters, Jumat (24/9/2021), WHO merekomendasikan penggunaan koktail antibodi Covid-19 Regeneron (REGN.O) dan Roche (ROG.S) untuk pasien yang berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dan mereka yang sakit parah tanpa antibodi alami.

Pengobatan tersebut telah diberikan otorisasi penggunaan darurat AS.

Nama Regeneron mendapat perhatian setelah digunakan untuk mengobati penyakit Covid-19 mantan Presiden Donald Trump tahun lalu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved