Breaking News:

Berita Palembang

Tanpa Izin Jual Miras Ibu Dua Anak di Palembang Wajib Bayar 2 Juta: Urus Izinnya Mahal dan Lama

Seorang pedagang miras di Palembang wajib bayar denda Rp 2 juta. Jika tidak, wanita berusia 54 tahun itu harus menggantinya dengan penjara satu tahun.

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Sidang tipiring terhadap seorang pedagang miras di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang pedagang miras di Palembang wajib bayar denda Rp 2 juta. Jika tidak, wanita berusia 54 tahun itu harus menggantinya dengan penjara satu tahun.

Itulah sepenggal bunyi putusan hakim di Pengadilan Negeri Palembang untuk Desiwati (54) dalam sidang tindak pidana ringan yang digelar Jumat (24/9/2021).

Ibu dua anak itu naik ke persidangan lantaran menyimpan dan menjual minuman keras di warung miliknya yang berlokasi di kawasan Jalan Putri Rambut Selako.

Adapun dalam putusannya, hakim tunggal menyatakan Desiwati bersalah melakukan tindak pidana melanggar perda Kota Palembang, Pasal 6 ayat 1 tentang pelarangan peredaran minumam keras.

"Menjatuhi terdakwa Desiwati dengan hukuman denda sebesar Rp. 2.000.000, yang apabila tidak sanggup membayar diganti dengan pidana penjara selama satu bulan," ujar hakim Mangapul Manapul.

Sebelumnya, dari keterangan saksi anggota kepolisian Dit Samapta Polda Sumsel dihadapan hakim Tipiring menceritakan awal mula penangkapan terdakwa saat menggelar razia minuman beralkohol di warung serta toko yang berada di Jalan Putri Rambut Selako, Kemang Manis pada Rabu (22/9/2021) lalu.

Saat itu, petugas razia menggeledah tiga warung, namun hanya satu warung yang didapati menjual miras tanpa izin edar yang disimpan di gudang samping warung milik terdakwa Desiwati.

Dari gudang itu, ditemukan sebanyak 21 dus miras tanpa izin.

Jalani Sidang Tipiring, Terdakwa Penganiayaan pada Debat Paslon Bupati Ogan Ilir Divonis 1 Bulan

Dari pengakuan terdakwa Desiwati, dirinya baru satu tahun terakhir menjual minuman keras tersebut.

Dirinya juga menjelaskan bahwa minuman keras tersebut didapatnya dari seles minuman yang datang ketempatnya. 

Saat disinggung kenapa tidak urus surat izin edar minuman keras, Desiwati mengaku jika untuk mengurus perizinnan tersebut, selain memerluka waktu, juga memerlukan biaya yang cukup mahal.

Bahwa ia baru menjalankan bisnis miras tersebut satu tahu yang dibeli dari sales, dihadapan hakim Tipiring ia berdalih sengaja tidak mengurus izin karena mahalnya biaya mengurus izin. 

"Urus izinya itu repot pak, perlu waktu dan juga mahal biaya urus izinnya," ujar terdakwa Desiwati dalam sidang.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved