Breaking News:

Sekali Panen Pohon Kayu Manis di OKU Selatan Mulai Habis, Ini Alasan Petani Enggan Tanam Kayu Manis

Meski saat ini harga yang tinggi, mencapai Rp 45 ribu - Rp 50 ribu perkilogram petani menilai menanam pohon kayu manis kurang efektif

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Alan Nopriansyah
Pohon Kayu Manis di Desa Ujan Mas Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan, Kamis (23/9/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Dijadikan tanaman sampingan tanaman pohon kayu manis di Kabupaten OKU Selatan semakin susah didapati di kebun para petani.

Terlebih, tumbuhan yang dijadikan para komuditas petani kopi sebagai produksi tanaman sampingan.

Tanaman mulai habis dikarenakan hanya dapat sekali pemanenan dan pohon mati.

"Sekarang sudah jarang yang memiliki tanaman kayu manis karena setelah dipanen dengan dikuliti otomatis batangnya mati dan ditebang," ujar Eldo petani dk Kecamatan Sindang Danau dihubungi, Kamis (23/9).

Meski saat ini harga yang tinggi, tutur Eldo dengan harga mencapai Rp 45 ribu - Rp 50 ribu perkilogram petani menilai menanam pohon kayu manis dinilai kurang efektif.

Sebab tumbuhan kayu manis yang kerap ditanam petani di perbatasan kebun dan pohon tersebut baru dapat di kuliti atau dipanen berusia minimal 4 tahun, semakin lama usia kayu manis pohon akan semakin besar serta menghasilkan kulit yang banyak pula

"Sebab minimal berusia 4 tahun itupun baru seukuran betis orang dewasa dan hasilnya tak lebih dari 5 kilogram kulit kering,"kata Dia.

Disisi lain rawan karena harga yang mahal petani yang masih memiliki tanaman kayu manis mengantisipasi pencurian di kebun dengan membuat asap api. 

"Biasanya untuk mengantisipasi pencurian di kebun kita membuat asap api (memanduk) pertanda pemilik kebun sedang dikebun," ungkap petani lainnya Wahyudi warga Kecamatan Sungai Are, Kamis (23/9).

Sementara Pantauan Sripoku.com, di Pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua, kulit kayu manis kering juga sulit ditemui yang hanya disulay dari Petani wilayah tertentu.

"Ada hari-harinya kadang tersedia yang menjual kulit kayu manis kering, tapi sudah jarang," ujar pedagang Riki.

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved