Breaking News:

Berita Pagaralam

Pemkot Pagaralam tak Sanggup Lanjutkan Pembangunan Jembatan Air Betung dan Jembatan Tebat Gheban

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengungkapkan dulu Pemkot Pagaralam memiliki cita-cita yang cukup tinggi dengan membangun dua jembatan

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Kondisi tiang jembatan jalan lingkar timur di Kelurahan Alun Due Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan yang saat ini masih mangkrak atau terbengkalai. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengungkapkan dulu Pemkot Pagaralam memiliki cita-cita yang cukup tinggi dengan membangun dua jembatan di jalan lingkar.

Kedua jembatan itu adalah Jembatan Air Betung dan Jembatan Tebat Gheban di Jalan Lingkar Timur Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan.

Namun pendanaan melalui APBD tidak sanggup menyelesaikan pembangunan dua jembatan tersebut.

"Pada tahun 2019 melalui dana bantuan gubernur lanjutan pembangunan jembatan itu sudah disetujui bahkan tinggal menunggu realisasinya. Namun pada awal 2020 kita terkena pandemi covid-19 yang menyebabkan banyak dana harus dialihkan," jelasnya.

Namun pihaknya akan terus berusaha mencari sumber dana baik Bangub maupun dana kementerian untuk melanjutkan pembangunan dua jembatan tersebut.

"Jika harus menggunakan APBD Kota Pagaralam dananya terlalu besar. Akan banyak pembangunan lain yang ditunda jika kita mealokasikan dana untuk lanjutan pembangunan dua jembatan tersebut," ungkapnya.

Pernyataan itu menanggapi keluhan warga mengenai mangkraknya pembangunan jembatan itu.

Warga Kelurahan Alun Due Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam mengeluhkan pembangunan jembatan itu  yang terbengkalai dan telah menutup akses jalan setempat.

Pondasi tiang jembatan menutup akses jalan sehingga jalan tersebut kini tidak bisa dilewati karena rusak.

Ketua RT 01 Desa Alun Due Midiansyah mengungkapkan setiap kali ada kegiatan di Desa Alun Due keluhan tentang mengkraknya jembatan lingkar timur selalu menjadi pembahasan.

"Kami selalu mengadukan hal ini ke pemerintah. Namun sampai saat ini pembangunan jembatan dijalan lingkar timur ini belum juga dilanjutkan," ujarnya.

Akibat pembangunannya yang belum selesai dan jembatan belum bisa dilalui namun jalan di bawahnya sudah rusak.

Warga dari arah Keban Agung jika harus darurat ke rumah sakit terpaksa harus berputar ke jalan protokol.

"Banyak sekali dampak buruknya pak. Kami sudah tidak bisa mengangkut hasil panen di kebun lewat jalan ini. Pasalnya jalannya rusak terpaksa harus memutar cukup jauh. Belum lagi akses jalan yang saat ini total tidak bisa dilalui kendaraan roda empat," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved