Breaking News:

Mensos Risma Utus Tim Soal 26 Santri di Indralaya Korban Asusila Oknum Pengasuh, Trauma Healing

Lembaga dibawah Kementerian Sosial pimpinan Mensos Tri Rismaharini itu menaruh kepedulian terhadap 26 santri di Ogan Ilir korban asusila.

handout/sripoku.com
Kasubdit IV, Kompol Masnoni (tengah) bersama rombongan UPT Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso Kemensos RI. Selasa (21/9/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - UPT Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) dari Kemensos RI mendatangi Polda Sumsel, Selasa (21/9/2021).

Lembaga dibawah Kementerian Sosial pimpinan Mensos Tri Rismaharini itu menaruh kepedulian terhadap 26 santri di Ogan Ilir korban asusila oknum pengurus ponpes.

Mendatangi Unit Renakta Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, mereka berkoordinasi membahas trauma healing (penyembuhan trauma) kepada seluruh korban.

Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, melalui Kasubdit IV, Kompol Masnoni, mengatakan pihaknya siap untuk bekerjasama dengan Kemensos RI termasuk dalam pendampingan psikologi bagi para anak-anak tersebut.

"Apresiasi dan terima kasih atas perhatian dari Kemensos yang diatensi langsung oleh Bu Risma.

Kami siap bekerjasama melakukan penanganan terkait trauma yang dialami korban-korban," kata Kompol Masroni, Rabu (22/9/2021). Setelah pertemuan dengan UPT BBRSPDF Kemensos RI di Mapolda, kemarin

Tak hanya itu, pendampingan diharapkan bisa memulihkan trauma psikologis korban serta mencegah tidak terulang lagi oleh para korban

Disisi lain, tidak menutup kemungkinan jumlah korban dalam kasus ini masih bisa terus bertambah.

"Kami akan kumpulkan wali santrinya, termasuk akan memintai keterangan pimpinan ponpesnya," ujar Masnoni.

Sebagian korban saat ini sudah kembali beraktivitas seperti biasa yakni, sudah mulai masuk sekolah. Korban lainnya masih dalam pengawasan masing-masing orangtua.

Pengakuan Pengasuh Ponpes di Ogan Ilir yang Berbuat Asusila ke Santri, Akui Punya Pacar Perempuan

Selanjutnya pihak Kemensos akan bergabung bersama kepolisian guna melakukan pemulihan trauma para korban.

"Tapi tentunya disesuaikan dengan usia mereka. Mungkin akan diselipkan permainan dan lain sebagainya," ujar dia.

Sementara itu, Koordinator Bidang Assement BBRSPDF Prof Dr Soeharso Kemensos RI, Elmiyana mengatakan, percepatan pendampingan terhadap seluruh korban bakal segera dilakukan.

"Koordinasi sudah dilakukan dengan Polda Sumsel. Diharapkan para korban agar segera pulih dari rasa trauma yang mereka alami," singkatnya kemarin, Selasa (21/9/2021)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved