Breaking News:

Virus Corona

KABAR Gembira, Minum Kopi Potensial Tangkal Covid-19, Kaya Antioksidan: Tak Sekedar Atasi Kantuk

Tidak hanya itu, kopi juga bisa digunakan untuk mendeteksi seseorang terkena Covid-19 atau tidak.

Editor: Wiedarto
(UNSPLASH/JULIA FLORCZAK)
Ilustrasi kopi. 

SRIPOKU.COM, YOGYAKARTA--Ada kabar baik bagi kamu penggemar kopi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Minum kopi tidak hanya sekedar sebagai penghilang rasa kantuk. Tapi ada yang lebih menarik dari minuman berwarna hitam yang satu ini. Karena mengandung banyak senyawa antioksidan, minum kopi bisa memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh.

Hal ini disampaikan Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), Prof. Sri Anggrahini dalam pidato ilmiah yang berjudul 'Kopi untuk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19' di acara Dies Natalis ke-58 FTP UGM. Sri mengatakan, berbagai penelitian di luar negeri, kopi menduduki peringkat teratas sebagai asupan yang dinilai mampu mencegah paparan Covid-19.

Kopi bisa tingkatkan kekebalan tubuh Hal itu mendukung banyak penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa kopi bisa meningkatkan kekebalan tubuh karena adanya kandungan polifenol dan fenolik yang memiliki sifat antioksidan. Meski mampu meningkatkan kekebalan tubuh namun dianjurkan tidak mengonsumsi kopi dalam keadaan perut kosong.

"Minum kopi saat perut kosong bisa memungkinkan naiknya kadar gula darah, asam lambung naik dan risiko kena sakit maag," ujar Sri seperti dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (21/9/2021).

Sri menerangkan, penelitian soal khasiat kopi perlu ditindaklanjuti agar bisa mendorong masyarakat gemar mengonsumsi kopi. Selain itu juga perlu mengetahui batas aman mengonsumsi kopi sesuai dengan yang dianjurkan. Tidak hanya itu, kopi juga bisa digunakan untuk mendeteksi seseorang terkena Covid-19 atau tidak.

"Umumnya penderita Covid-19 mengalami gejala hilangnya indera penciuman atau anosmia. Kopi bisa digunakan untuk mendeteksi gejala tersebut karena memiliki rasa dan aroma yang kuat," ungkap Sri.

Sementara itu Dekan FTP UGM, Prof Eni Harmayani menambahkan, dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-58 ini, FTP UGM telah berkiprah dalam mengabdi untuk Indonesia. Perjalanan panjang ini telah menghasilkan ribuan alumni yang bergerak di berbagai bidang, khususnya pengembangan teknologi pertanian dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.

Sejak didirikan pada 19 September 1963, FTP telah menghasilkan 9.000-an alumni yang bergerak di berbagai bidang. Eni menyampaikan, teknologi pertanian merupakan salah satu penyokong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pangan nasional melalui penerapan agroindustri yang berdaya saing dan berkesinambungan.

"Meski dalam suasana pandemi Covid-19, FTP UGM terus melakukan diseminasi berbagai hasil-hasil penelitian melalui webinar dengan narasumber yang mewakili masing-masing departemen untuk memaparkan penelitian unggulannya," tegas Prof. Eni.

Ia menyebutkan sepanjang Januari hingga September 2021, sebanyak 92 penelitian sudah dilakukan. Dalam laporannya soal data penelitian, publikasi dan kekayaan intelektual yang dihasilkan FTP UGM sepanjang 2021 ada sebanyak 91 penelitian, 191 publikasi di jurnal internasional dan 29 publikasi di jurnal nasional.

Tak hanya itu, ada 7 buku dan book chapter yang diterbitkan, 8 kekayaan intelektual dan 1.422 jumlah sitasi. "Selain bidang riset, FTP UGM juga mendirikan pusat kajian kuliner dan gastronomi Indonesia," tandas Eni.

Pusat kajian ini diharapkan menjadi wadah bagi para penelitian dan praktisi dalam mendalami bidang-bidang yang terkait gastronomi dan kuliner. "Kita melakukan pengkajian pengetahuan asli dan kearifan lokal soal makanan agar demikian lebih dikenal dan dicintai," tutup Prof Eni.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru Besar UGM: Kaya Antioksidan, Kopi Potensial Cegah Covid-19"
Penulis : Mahar Prastiwi
Editor : Dian Ihsan

Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved