Breaking News:

Pemkab Muara Enim Komitmen Wujudkan KLA Nindya, Bentuk Sekolah Ramah Anak

Pemkab Muaraenim komitmen mengejar predikat KLA Nindya. Syaratnya 75 persen sekolah, Puskesmas, dan desa harus sudah layak anak.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/ardani
Pelatihan : Asisten II H Riswandar SH MH membuka pelatihan sekolah ramah anak. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen dapatkan predikat  Kabupaten Layak Anak (KLA) Nindya. Diantaranya dengan membentuk sekolah yang ramah anak guna mendukung sistem dan strategi pemenuhan anak di Kabupaten Muara Enim. 

"Tahun ini, kita bersyukur langsung melompat mendapat predikat KLA Madya. Kedepan, kita tergetkan mendapat KLA Nindya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Muara Enim Vivi Maryani dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) Kabupaten Muara Enim Tahun 2021 di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Senin (20/9/2021).

Menurut Vivi maksud dan tujuan kegiatan pelatihan pengembangan sekolah ramah anak tahun 2021 adalah untuk memberikan panduan pemahaman kepada penyelenggara pendidikan, tentang pembentukan dan pengembangan serta langkah-langkah yang dijadikan sebagai acuan pemantauan dan evaluasi sekolah ramah anak, dalam rangka pemenuhan hak dan perlindungan anak. 

Dimana pengembangan sekolah ramah anak merupakan salah satu tolak ukur dalam evaluasi KLA Kabupaten Muara Enim.

 
Pada tahun ini, lanjut Vivi, Kabupaten Muara Enim berhasil langsung mendapat predikat KLA Madya tidak lagi melalui KLA Pratama. Atas keberhasilan tersebut, memacunya kedepan ditargetkan naik kelas untuk meraih KLA Nindya dan akhirnya KLA Utama.

Adapun persyaratan untuk KLA Nindya, salah satunya 75 persen sekolah, Puskesmas, dan desa harus sudah layak anak.

Untuk itu, dengan pelatihan kita mengundang sebanyak 50 sekolah dari tingkat TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs, untuk ikut pelatihan tersebut sehingga nantinya bisa menjadikan sekolahnya menjadi sekolah layak anak. 

Dan kedepan,  kami berharap nanti setelah pelatihan ini bisa dilaksanakan sendiri oleh yang terkait sehingga akan banyak lagi sekolah yang layak anak sampai minimal 75 persen.

"Kita sengaja mengundang Kepsek MTsN Jombang menjadi narasumber, membagikan pengalaman dan ilmunya menjadikan sekolah layak anak tersebut," ujar Vivi mantan Kadinkes Muara Enim ini.

Setelah pelatihan ini, sambung Vivi, akan dilanjutkan untuk meninjau langsung SDN 6 Lawang Kidul, sebab pihaknya mnilai selama ini pelaksanaan sekolah ramah anak  sudah cukup lumayan diterapkan di sekolah tersebut. Dan dari peninjauan tersebut, nanti kita meminta masukan-masukan dari narasumber dalam hal kekurangannya sehingga benar-benar sesuai kriteria KLA Nindya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved