Breaking News:

Berita Palembang

Berkas Putusan Bercampur dengan Kasus Pencurian Kotak Amal, Leo Mantan Ketua Kadin PALI Ajukan PK

Kalah hingga putusan Mahkamah Agung keluar, Leo Apriansyah Simatupang (30) masih belum menyerah. Dirinya mengajukan peninjauan kembali.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Tim kuasa hukum terpidana kasus penggelapan saat berada di Pengadilan Negeri Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kalah hingga putusan Mahkamah Agung keluar, Leo Apriansyah Simatupang (30) masih belum menyerah.

Mantan Ketua Kadin PALI yang menjadi terpidana penggelapan ajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.

Harapannya, upaya hukum yang dilakukan ini bisa memangkas putusan yang sudah dijatuhkan kepada dirinya.

Dikatakan kuasa hukum Leo, ada sejumlah kekeliruan atas surat perintah penahanan terhadap terpidana Leo Apriansyah Simatupang, yang dalam kasusini telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang dua tahun penjara.

"Kekeliruan tersebut baru disadari oleh klien kami saat menerima surat putusan Pengadilan Negeri Palembang," ujar Benny, Senin (20/9/2021).

Benny menjelaskan bahwasanya, sebagaimana surat putusan yang pihaknya dapat, pada surat perintah penetapan serta penahanan tersangka terjadi pada tanggal 5 September 2020.

Sedangkan yang sebenarnya dalam pemberkasan hingga ke putusan pengadilan disebutkan bahwa terpidana Leo Apriansyah Simatupang ditahan sejak 5 Oktober 2020.

"Dengan demikian satu bulan masa tahanan yang dijalani oleh bersangkutan tidak dihitung dalam surat putusan yang diterimanya. Maka dari itu kami minta untuk dilakukan Peninjauan Kembali," jelas Benny.

Penggelapan Uang Umrah di Ogan Ilir, Bentuk Tanggung Jawab Mukhlis Malah Ancam Ia Dipenjara

Selain itu Benny selaku kuasa hukum terpidana juga membeberkan jika ada beberapa kekeliruan lainnya dalam berkas putusan yang kliennya tersebut.

Diantaranya ada nama terdakwa lain dalam putusan tersebut dengan kasus tindak pidana pencurian kotak amal, serta ada nama saksi-saksi lain yang berbeda dalam Berkas Acara Pidana (BAP) terpidana.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved