ARTIS Terkenal Ini Geram saat Baru Pulang dari Amerika, 'Gatau Harus Hamdallah atau Istighfar'

Ungkapan ini disampaikan Tasya Kamila yang dapat dilihat dari story instagram Tasya Kamila.

Penulis: Welly Hadinata | Editor: Welly Hadinata
Instagram
Tasya dan anaknya (Foto Instagram Tasyakamila) 

SRIPOKU.COM - Tasya Kamila mendadak merasa geram terkait aturan penerbangan di Indonesia. Hal ini dirasaknnya saat tiba di bandara Indonesia setelah melakukan penerbangan dari Amerika Serikat.

Mantan penyanyi cilik ini pun merasa mengalami pengalaman kurang menyenangkan. Dikarenakan dia anaknya yakni Arrasya Bachtiar harus menjalani aturan baru PCR di bandara. Hal itu dikarenakan para penumpang tak lagi diminta untuk mengisi formulir e-HAC di aplikasi pedulilindung.

Ungkapan ini disampaikan Tasya Kamila yang dapat dilihat dari story instagram Tasya Kamila.

Dalam postingan itu tertulis "Sampai Jakarta apes banget aku kedapatan hari pertama ujicoba peraturan PCR di Bandara, jadi sebelumnya cuma harus isi eHAC dari pedulilindung trus nanti PCR di hotel tmpt karantina repatriasi. Hari ini trial peratuan baru, kagak kepake lagi tu eHAC bhyyee," 

Sebagai gantinya, mereka diwajibkan kembali melakukan tes PCR di bandara yang hanya ditangani oleh dua orang tenaga kesehatan di jam yang sama. Hal tersebut disayangkan oleh Tasya Kamila sebab minimnya tenaga medis justru memicu antrean yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Selain itu, Tasya juga mengeluhkan fasilitas dan penyelenggaraan yang kurang terorganisir dari pihak penguji coba aturan baru di Bandara.

"Registrasi lagi trus lgs PCR di Bandara dengan keadaan cuma ada 2 orang nakes yg colok idung semua penumpang dari 2 flights yg ada di jam yg sama ini, kebayang khaan antrinya," ujar Tasya Kamila.

Tak henti di situ, setelah diambil sampel dari tes PCR, Tasya harus menunggu selama kurang lebih dua jam untuk mengambil hasilnya.

Penumpang tak diperbolehkan menunggu hasil PCR di hotel dan harus tetap siaga di bandara.

Aturan baru ini sangat membuat Tasya tak nyaman karena dia sudah merasa lelah dan lapar setelah melakukan perjalanan jauh bersama putranya.

"Terus abis ambil sampel PCR, kita lanjut imigrasi + ambil barang. Kirain abis itu nunggu hasil PCRnya bisa di hotel aja gitu, oh ternyata tidak harus nunggu di bandara sampai hasil PCRnya keluar (-/+ 2 jam ceunah)," ucap Tasya Kamila.

"Masalahnya bukan cuma lelah tapi laper dan haus bangett gakda jualan samsek," tuturnya.

Lagi-lagi dibuat gemas, setelah satu jam menunggu, Tasya dan rombongan justru dipersilahkan untuk pulang ke hotel setelah aturan diganti begitu saja.

"Setelah 1 jam lebih menunggu hasil PCR tiba2 ganti aturan! Silahkan nunggu hasil PCR di hotel repatriasi masing2!. Jujur gatau harus hamdallah, istighfar, apa berkata kasar," kata Tasya Kamila.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved