Masih Nekat Jualan di Pasar Ini, PKL di Pagaralam Siap-siap Dipenjara Atau Bayar Denda Ini

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Pagaralam dan sekitarnya dipastikan tidak boleh lagi menggelar dagangan di kawasan Pasar Kalangan Bumi Agung

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak bener himbauan yang terpasang di pasar Kalangan Bumi Agung. Himbauan terkair larangan berjualan dikawasan tersebut. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Pagaralam dan sekitarnya dipastikan tidak boleh lagi menggelar dagangan di kawasan Pasar Kalangan Bumi Agung Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam Sumatera Selatan.

Hal ini disebabkan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam telah menutup pasar kalangan atau pasar rakyat di Desa Bumi Agung tersebut. Pasalnya Pemkot telah merelokasi para PKL ke Pasar Rakyat Dempo Utara yang ada di kelurahan Agung Lawangan.

Bahkan Pemkot Pagaralam telah memasang himbauan dilokasi pasar kalangan Bumi Agung agar para PKL tidak lagi berjualan disana. Jika masih nekad maka akan mendapat sangsi kurungan selama 6 bulan dan denda Rp5.000.000.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Pagaralam Dawam membenarkan jika pasar kalangan atau pasar rakyat Bumu Agung sudah tidak boleh lagi digunakan.

"Benar dikawasan tersebut sudah tidak boleh lagi ada PKL yang berjualan ditepi jalan. Karena pemerintah sudah menyiapkan pasar rakyat yang lebih bagus dikelurahan Agung Lawangan," ujarnya.

Ditegaskan Dawam, jika masih ada PKL yang nekad menggelar lapak dagangan dilokasi Pasar Rakyat Bumi Agung maka akan disangsi tegas dengan hukuman kurangan selama enam bulan.

"Jika masih ada yang dengan sengaja berjualan disana akan kita sangsu kurungan selama enam bulan dan didenda sebesar Rp5 juta rupiah," tegasnya.

Himbauan ini mulai dipasang pada Kamis (16/9/2021) kemarin dan akan mulai diterapkan pada Kamis (23/9/2021) nanti.

"Kita bersama petugas Sat Pol PP nantinya pada Kamis depan akan berjaga dikawasan pasar rakyat Bumi Agung. Jika masih ada PKL yang jualan akan kita ajak bicara secara persuasif namun jika mereka tetap nekad yang kita kenakan sangsi tegas tadi," katanya.

Sementara itu, Mukmin (52) salah satu PKL yang sering berjualan dikawasan itu mengatakan, bahwa relokasi PKL kalangan Bumi Agung pernah dilakukan beberapa waktu lalu dan gagal. Hal ini disebabkan lokasi pasar yang baru sepi dan letaknya tidak ditepi jalan.

"Sepi disana dek, dan lokasinya jauh dari pusat keramaian. Kalau tidak ada pembeli maka jualan kami dipastikan tidak laku dan kami tidak bisa makan. Karena jualan inilah mata pencaharian kami sehari-hari," ungkapnya.(one)

 
 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved