Berita Nasional

30 Menit Sembunyi di WC, Mantri Marselinus Ola Atanila: Kami Dihadang KKB Kiri Kanan Depan Belakang

"kemudian dibelakang jurang barak medis mereka juga disana dilengkapi dengan senjata, busur dan anak panah. Kami dihadang kanan kiri depan belakang,"

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Fadhila Rahma
Instagram @papua_talk
Proses Evakuasi salah satu Nakes yang menjadi korban penyerangan KKB 

SRIPOKU.COM -- Tak pernah menyangka Marselinus Ola Atanila, satu di antara mantri yang bertugas di Puskesmas Kiwirok berhasil selamat dari kebrutalan serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Senin (13/9/2021).

Padahal, dirinya mengaku disaat bersamaan dia tak hanya menyelamatkan diri sendiri tapi juga harus melindungi tiga orang perawat wanita yang bersamaanya dengan kondisi mencekam.

Mereka berusaha untuk menyelamatkan diri dari serangan KKB Papua, sampai harus mendekam dalam sebuah WC milik rumah warga, ditengan kondisi yang sangat tidak kondusif.

"Saya mengajak ketiga suster keluar dari barak medis, pada saat kami berusaha untuk lari menghindari amukan KKB, Kami memilih lari kedepan kami dihadang, kemudian dibelakang jurang barak medis mereka juga disana dilengkapi dengan senjata, busur dan anak panah. Kami dihadang kanan kiri depan belakang," katanya.

Sampai akhirnya, Kata Marselinus, dirinya berinisiatif ke rumah warga yang jaraknya sekitar 5 meter dari barak medis, tapi mereka (KKB) juga ada dan berusaha membakar rumah warga disana.

Baca juga: Diserang KKB, Para Nakes Taruhkan Nyawa Pilih Bertahan di Barak : Demi Kemanusian

"Saya memilih mengamankan ketiga suster di dalam kamar WC Masyarakat itu. 30 Menit kami dalam WC , kejadian semakin brutal dan membabi buta. Mereka membakar rumah warga, membakar ban dan juga pasar disana," katanya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

"Mereka memanah teman kami Manuel Abi. Akhirnya kami ambil keputusan di tengah saya juga melindungi tiga orang suster perempuan saat kami diserang dengan senjata, busur dan anak panah," katanya.

Kemudian di belakang mereka ada jurang kedalaman 500 meter dengan ketajaman sudut 90 derajat.

Tanpa pikir panjang, mereka akhirnya lompat ke jurang untuk menyelamatkan diri.

"Sampai di bawah, setelah kami pikir sudah aman ternyata mereka (KKB) masih mengejar kami sampai ke bawah. Saya tersangkut di akar pohon, ketiga suster juga tersangkut di pohon dan semak-semak. Suster Kris dan Ela tersangkut di pohon, Suster Anti tersangkut di semak-semak," ujarnya.

Baca juga: Ngakunya Sudah Move On, Rizki DA Keceplosan Bela Lesty Kejora, Bilang Ini ke Istri Rizky Billar

Pelarian ketiga suster tersebut tak berhasil dan kembali tertangkap KKB. Para suster dianiaya tidak manusiawi.

"Karena jumlah mereka semakin banyak, para suster pingsan. Karena dipikir sudah meninggal, mereka (KKB) kembali mendorong para suster ke jurang sekitar 300 meter," katanya.

Dikutip dari Tribun Papua, korban yang berhasil dievakuasi pertama kali yaitu dokter Restu Pamanggi, Marselinus Ola Attanila, Manuel Abi, Martinus Deni Satya, Lukas Luji Patra, Siti Khodijah, Katriyanti Tandila, Kristina Sampe Tonapa, dan Prada Ansyar dari Yonif 403.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Papua menyampaikan permohonan agar para nakes mendapatkan perlindungan penuh.

Baca juga: 2 JAM Sebelum Diserang Kami Siaga, Terkepung KKB Papua, Tak Ada Pilihan 7 Nakes Terjun ke Jurang

Ini disampaikan, Ketua IDI Wilayah Papua, Dr Donald Aronggear.

"keberadaan para tenaga kesehatan murni melaksanakan tugas melayani masyarakat. Kami organisasi wilayah IDI di Tanah Papua meminta kepada pemerintah, dapat memberikan jaminan keamanan pada seluruh tenaga kesehatan kami yang bertugas," kata Donald.

Peristiwa yang merenggut korban jiwa seorang nakes itu, turut banyak berdampak pada program pelayanan kesehatan lain, karena nakes harus diliputi rasa takut dan tekanan saat bertugas.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved