Breaking News:

Berita Musi Rawas

Dampak Pengeringan Irigasi, Produksi Beras di Musi Rawas Terancam Turun 65 Ribu Ton

Pengeringan irigasi di Kabupaten Musi Rawas karena adanya perbaikan jaringan membuat satu kali musim tanam petani yang memanfaatkan pengairan irigasi

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Tohirin, Sekretaris Dinas Pertanian Musi Rawas. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Pengeringan irigasi di Kabupaten Musi Rawas karena adanya perbaikan jaringan membuat satu kali musim tanam petani yang memanfaatkan pengairan irigasi tersebut terputus.

Hal ini akan berpengaruh terhadap produksi beras di Kabupaten Musi Rawas yang terancam turun hingga 65 ribu ton.

Berdasarkan data yang dihimpun Sripoku.com dari Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas, lahan persawahan petani yang terdampak pengeringan Daerah Irigasi (DI) Tugumulyo sekitar 7000 hektar.

Yang tersebar di Kecamatan Tugumulyo, Muara Beliti, Purwodadi, sebagian Kecamatan Sumber Harta, sebagian Terawas dan sebagian di Kecamatan Megang Sakti.

Apabila petani di wilayah tersebut tak bisa menggarap lahan sawahnya karena adanya pengeringan irigasi, maka berdampak pada turunnya produksi gabah kering panen (GKP) sebanyak 120 ribu ton atau sebanyak 65 ribu ton beras.

"Ya sangat berpengaruh (pengeringan irigasi) terhadap produksi. Itu kalau seluruh petani yang terdampak di 7000 hektar sawah itu tak bisa tanam maka terjadi penurunan produksi gabah kering panen kita sebanyak 120 ribu ton atau beras sebanyak 65 ribu ton. Tapi kalau curah hujan tinggi, petani tetap bisa menggarap lahan sawahnya meskipun irigasi kering," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas, Tohirin, kepada Sripoku.com, Jumat (17/9/2021).

Ia mengatakan, sebagian petani di wilayah pengeringan irigasi saat ini masih ada yang menggarap lahannya, dengan memanfaatkan persediaan air yang ada.

Baca juga: Curahan Hati Kepala Sekolah di Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara ke Dewan Pendidikan Sumsel

Dan juga diharapkan, dalam waktu dekat ini curah hujan akan tinggi.

Sehingga petani masih tetap bisa menggarap sawahnya.

Meskipun tidak mendapatkan pasokan air dari saluran irigasi, tapi masih bisa bercocok tanam padi dengan memanfaatkan air hujan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved